Capres 2024
Jawab Teka-teki Capres PDIP, Johan Budi: Puan Maharani Pejuang UU Cuti Hamil 6 Bulan
Teka-teki siapa calon presiden (capres) PDIP mulai ada titik terang. Puan Maharani kian dijagokan capres PDIP pada Pilpres 2024.
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Teka-teki siapa calon presiden (capres) PDIP mulai ada titik terang. Puan Maharani kian dijagokan capres PDIP pada Pilpres 2024.
Kader PDIP optimistis Ketua DPR RI Puan Maharani akan dipilih Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri maju capres lantaran kinerjanya termasuk perjuangkan undang-undang cuti hamil 6 bulan.
Keyakinan itu lebih didorong aspirasi relawan hingga kader PDIP di berbagai daerah yang secara lantang dan terang benderangan mengusung Puan Maharani jadi capres.
Baca juga: Sidang MPR: Puan Maharani Singgung IKN, Jokowi Sebut Ekonomi Baik tapi Waspada
Politisi PDIP Johan Budi optimistis Puan Maharani bisa diusung sebagai capres 2024. Saat ini elektabilitas Puan Maharani masih jauh tertinggal dibandingkan bakal calon presiden lainnya.
Johan menegaskan, Puan Maharani sosok yang lebih memilih fokus kepada kinerja dan tanggung jawab yang diembannya, daripada sibuk melakukan pencitraan di media sosial.
Hal ini berbanding terbalik dengan politisi lainnya yang sibuk tebar pesona di media sosial.
“Diskusi kita jangan hanya berkutat pada apakah calon disukai atau tidak, dengan berbasis hasil survei dan popularitas di media sosial,” kata Johan Budi dalam sebuah diskusi, Sabtu (20/8/2022).
Johan kemudian membandingkan Puan Maharani dengan sosok lainnya yang getol menjadikan medsos sebagai ajang kampanye sejak jauh-jauh hari untuk membangun citra sebagai pemimpin merakyat.
“Sering bikin konten, upload makan mi instan di pinggir jalan seolah-olah dia calon pemimpin yang merakyat. Atau meninjau sambil marah-marah menendang pintu melihat kesalahan anak buahnya, itu kan dalam rangka membentuk citra,” sindir mantan jubir Komisi Pemberantasan Korupsi ini.
Menurutnya, modus politisi tersebut tak lain hanya untuk menggaet simpati publik yang berujung pada naiknya elektabilitas.
Baca juga: Puan Maharani Minta Masyarakat Kawal Pemilu dan Pilpres 2024
Padahal untuk menjadi seorang pemimpin, lanjut Budi, bukan hanya cukup bermodalkan elektabilitas, tetapi yang terpenting yaitu kapasitas dan kapabilitas yang bisa dilihat dari jejak rekamnya.
“Itu bisa diukur dari bagaimana track record calon menjalani jenjang-jenjang kepemimpinan,” ucapnya.
Johan menegaskan, Puan Maharani memiliki jejak rekam yang jelas, mulai dari anggota DPR, ketua fraksi partai terbesar, Menko PMK, hingga sekarang Ketua DPR.
Puan Maharani, menurutnya, lebih konsisten menjalankan visi misi sebagai pemimpin, di tiap posisi yang ia emban daripada aktif di media sosial.
“Mbak Puan Maharani adalah orang yang memperjuangkan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan cuti hamil 6 bulan bagi pekerja perempuan,” klaim Johan.
Kemudian pada 16 Agustus 2022, Puan Maharani menunjukkan dirinya sebagai seorang pemimpin yang menawarkan gagasan kebangsaan dalam pidatonya sidang tahunan bersama DPR/MPR dan DPD.
“Kalau kita lihat, pidato itu meresmikan visi misi dia sebagai pemimpin dalam konteks sebagai Ketua DPR. Bagaimana mbak Puan Maharani memberi perhatian besar terhadap nasib bangsa, generasi muda, pengelolaan sumber daya alam. dan kesetaraan gender,” kata Johan.
Sebagai cucu biologis Soekarno, Puan Maharani juga berkali-kali menekankan pentingnya menjaga Pancasila sebagai menjadi perekat NKRI.
Baca juga: Teriakan "Puan Maharani Presiden" Menggema, Kader PDIP Yakin Aspirasi Didengar Megawati
“Itulah visi misi yang ada dipikiran Puan,” pungkas Johan.
Srikandi Kans Kuat Capres
Puan Maharani, satu di antara srikandi yang paling berpeluang maju Pilpres 2024.
Selain Ketua DPR Puan Maharani, beberapa nama seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, Menteri Sosial Tri Rismaharini masuk bursa pilpres.
Peluang Puan Maharani maju pilpres terbuka lebar. Bahkan relawan Puan Maharani sudah banyak bermunculan di berbagai daerah mulai kawasan barat hingga timur Indonesia.
Nama Puan Maharani pertama kali muncul dari kader PDIP Sulawesi Utara. Banteng Sulut secera bulat merekomendasikan Puan Maharani menjadi capres.
Pengamat Politik Universitas Paramadina, Khoirul Umam bicara soal PDIP yang sampai saat ini belum juga bermanuver soal arah koalisi.
Akan tetapi, satu hal yang sudah jelas, menurut Umam, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menyiapkan Puan Maharani untuk berlaga di Pilpres 2024 nanti.
“Saya mendengar ada upaya internal PDIP menghidupkan mesin politik lebih efektif untuk mengusung mbak Puan,” ujar Khoirul kepada wartawan, Sabtu (20/8/2022).
Keputusan politik PDIP itu juga terkonfirmasi dari pidato Puan Maharani sebagai Ketua DPR jelang HUT ke-77 RI.
Saat itu, Puan Maharani menganalogikan keseimbangan kepak sayap burung, dan menegaskan bahwa penempatan perempuan dalam posisi jabatan publik adalah sebuah kelaziman dalam berdemokrasi.
“Itu adalah sinyal kuat bagaimana Puan Maharani mampu menunjukkan kapasitasnya untuk masuk dalam politik patriarki, dan menjadi representasi perempuan untuk maju di Pilpres 2024,” kata Khoirul.
Dia mengakui, masih ada yang menganggap remeh Puan Maharani karena bayang-bayang besar kakek dan ibunya.
Namun, menurut Khoril, dalam dunia politik posisi Puan Maharani tidak sesimpel itu.
“Memang dia memiliki keterbatasan elektabilitas saat ini. Tapi fakta politik menunjukkan Puan Maharani memiliki mesin politik yang solid dan mampu menggerakkan 21 persen suara. Itu adalah kunci riil dalam mesin pencapresan,” tandasnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Johan Budi Optimistis Puan Maharani Bakal Diusung PDIP Sebagai Capres 2024
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/210822-Puan-Jokowi-Bamsoet.jpg)