Trafficking Gadis Manado

Breaking News: Tiga Gadis Remaja Manado Jadi Pelayan di Kafe Gorontalo

Tiga gadis remaja asal Kota Manado dipekerjakan sebagai pelayanan kafe di Kota Gorontalo.

Penulis: Apris Nawu | Editor: lodie tombeg
Tangkapan layar video FB TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto didampingi Kasat Reskrim Iptu Mohamad Nauval Seno saat konferensi pers, Selasa (16/8/2022). Tiga gadis remaja asal Kota Manado masing-masing M (15) dan MR (16), kemudian V (14) asal Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara dipekerjakan sebagai pelayan kafe di Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tiga gadis remaja asal Kota Manado masing-masing M (15) dan MR (16), kemudian V (14) asal Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara dipekerjakan sebagai pelayan kafe di Kota Gorontalo.

Kasus trafficking atau perdagangan tiga gadis Manado ini melibatkan dua tersangka
SK (28) dan ML (22) asal Kabupaten Minahasa.

Tiga gadis Manado ini sekira tiga hari sudah bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe di Kota Gorontalo. Kasus ini baru terungkap pada Minggu (14/8/2022).

Menurut Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto didampingi Kasat Reskrim Iptu Mohamad Nauval Seno, polisi mendapatkan informasi ada tiga gadis remaja atau anak di bawah umur yang dipekerjaan di satu kafe di Kota Gorontalo.

Polisi kemudian mendatangi kafe tempat ketiga gadis remaja asal Manado itu bekerja. Ternyata benar informasi dari masyarakat.

Dari hasil pengembangan kasus, polisi kemudian menetapkan dua orang wanita sebagai tersangka. SK dan ML berperan dalam kasus ini.

Keduanya berpesan menjemut para korban dari Manado dan Amurang lalu diantar ke Gorontalo. Para korban kemudian dipekerjakan di sebuah kafe.

Tiga remaja ini bekerja melayani tamu kafe. "Jadi mereka melayani tamu seperti menyiapkan makanan dan minuman," kata Kapolres Ardi.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 88 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 yang berbunyi:

Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahu atau denda Rp 200 juta.

Pasal 76 huruf I:

Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyusuh melakukan atau turut serta melakukan eksplorasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved