Manfaat Ekonomi Buah Kenari untuk Masyarakat Maluku
Tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan untuk konsumsi sendiri, masyarakat juga menjual buah kenari untuk tambahan pendapatan.
Pohon kenari yang kokoh mampu menangkal uap air laut sehingga uap tersebut tidak mengenai pohon pala.
Sumber penghidupan
Kenari telah lama memegang peran penting sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat Maluku.
Pohonnya menghasilkan buah kenari yang bisa dipanen dalam jangka waktu lama.
Hanya saja, kenari memang mengenal musim. Masyarakat Maluku rata-rata melakukan panen besar dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Karena panen besar tidak setiap saat, masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan kenari sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Dalam satu lahan yang dimiliki oleh masyarakat terdapat banyak tanaman rempah, termasuk cengkih, kayu manis, dan pala. Dengan begitu, mereka juga bisa menjual rempah. Di sela-sela pohon tersebut ditanami sayuran sebagai sumber pangan lain,” Bustar menjelaskan.
Namun, produksi kacang kenari Maluku belum terlalu besar dan masih terbatas, karena untuk mendapatkan bijinya perlu kerja keras.
Warga tidak memetik kenari secara langsung, melainkan menunggu buahnya jatuh, yang menandakan buah berwarna hitam itu sudah tua.
“Mereka kemudian mengupas kulit luar dan membuang daging buahnya, hingga tersisa biji yang terbungkus tempurung. Biji tersebut dijemur atau diasap selama tiga sampai empat hari hingga kering, baru kemudian dipecah dengan parang dan biji bagian dalamnya itulah yang dijual. Warga menjual biji kenari Maluku ke pedagang lokal seharga Rp50.000 per kilogram,” kata Hanatin.
Area pemasarannya belum terlalu luas. Karena itu, Hanatin sangat berharap, pemasaran bisa diperluas lagi, hingga seluruh Indonesia mengenal dan menggunakan bahan pangan lokal tersebut.
Dengan begitu, masyarakat yang mendapatkan penghidupan dari kenari bisa hidup lebih sejahtera. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/04082022_kenari-Maluku_.jpg)