Manfaat Ekonomi Buah Kenari untuk Masyarakat Maluku
Tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan untuk konsumsi sendiri, masyarakat juga menjual buah kenari untuk tambahan pendapatan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Buah kenari yang berukuran kecil rupanya memiliki peran sangat besar dalam kehidupan masyarakat Maluku.
Tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan untuk konsumsi sendiri, masyarakat juga menjual buah kenari untuk tambahan pendapatan.
“Pohon-pohon kenari yang mudah ditemukan di wilayah Maluku dan Maluku Utara sudah ada sejak zaman kolonialisme dan usianya bisa mencapai ratusan tahun,” kata Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa.
Buah kenari ini menurut Bustar, tumbuh berdampingan dengan pohon pala dan tanaman rempah lain, dan menjadi salah satu sumber ekonomi yang penting bagi masyarakat Maluku dan Maluku Utara.
Selain itu, pohon buah kenari juga punya peran ekologi sebagai penjaga lingkungan hutan. “Seperti yang kita ketahui, hutan yang terjaga baik dapat memitigasi perubahan iklim,” ungkap Bustar.
Hanatin Mudjid, Kepala Pemerintahan Negeri Lonthoir, bercerita, buah kenari menjadi salah satu sumber pendapatan, terutama bagi warga Kecamatan Banda.
Kenari yang dipanen oleh masyarakat rata-rata dipasarkan ke Surabaya, Jakarta, dan Makassar.
Sepuluh alumni Masterchef Indonesia (MCI) ditantang untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah kenari Maluku.
Mariska Tracy (alumni MCI musim ketujuh) memasak ayam gepuk dengan sambal kacang kenari, sementara Desi Trisnawati (pemenang MCI musim kedua) melihat ‘sisi manis’ kenari dan membuat pie kenari.
Anda juga tertantang untuk membuat sesuatu dari kenari? Kenalan dulu, yuk, dengan kenari Maluku.
Kenari Maluku vs Kenari Impor
Bagi Mariska, ini bukan kali pertamanya mengolah kenari.
Hanya saja, kenari yang biasa ia temukan dan gunakan adalah kenari impor. Ia mengamati, bentuk kenari Maluku sangat berbeda dari kenari impor.
Jika kenari impor cenderung besar dan bergelombang, kenari Maluku lebih kecil dan kulitnya mudah dikupas.
“Saya baru tahu, lho, bahwa di Maluku juga ada kacang kenari yang harganya jauh lebih terjangkau daripada kenari impor. Kenari Maluku ini juga bisa langsung dimakan, tanpa perlu dimasak terlebih dahulu. Disantap begitu saja, rasa kenari Maluku sangat enak! Sedangkan kenari impor, seperti juga jenis kacang lain, harus diolah terlebih dahulu, baru bisa disantap, karena ada sedikit rasa pahit,” kata Mariska.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/04082022_kenari-Maluku_.jpg)