Capres 2024
Daerah Makin Masif Suarakan Puan Maharani Presiden 2024
Aspirasi Puan Maharani maju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 semakin masif di daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/030822-Baliho-Puan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Manado - Aspirasi Puan Maharani maju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 semakin masif di daerah.
Sikap PDIP Sulawesi Utara yang pertama kali mengusung Puan Maharani sebagai capres kini 'menjamur' ke berbagai wilayah.
Selangkah lebih maju, baliho dan banner Puan Maharani capres tambah ramai di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara.
Baca juga: Puan Maharani Masuk Bursa Capres: PDIP Ingin Rebut Kota Gorontalo-Boalemo-Gorut
Bahkan relawan dari Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut sudah mendeklarasikan Ketua DPR RI Puan Maharani maju pesta demokrasi pada 14 Februari 2024.
Dikutip dari TribunManado.co.id, baliho Puan Maharani bertebaran di Manado dan Minut.
Di belokan menuju Kantor Bupati Minut, baliho bertuliskan "Selamat Datang Puan" masih terpasang.
Selain foto besar Puan Maharani, ada juga bersama foto kader PDIP yang juga Bupati Minut Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.
Baliho Puan Maharani juga terpasang di belokan Jalan Ring Road menuju Jalan Soekarno, perbatasan antara Kabupaten Minut dan Kota Manado.
Dukungan terhadap Puan Maharani maju sebagai capres pada Pilpres 2024 datang dari Sulut.
Ketua DPC PDIP Minut Denny Lolong dengan tegas menyebut pihaknya mendukung Puan Maharani sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Baca juga: Duet Puan Maharani-Ganjar Pranowo: Begini Analisis Pengamat Politik dari Gorontalo
"Kami mendukung ibu Puan sebagai calon presiden," kata dia di sela sela rakercab PDI Perjuangan Minut di JG Centre pada Mei 2022.
Jauh sebelumnya, Bendahara DPP PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey mengatakan, ada tiga keputusan hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDIP Sulut, yang berlangsung Senin 28 Juni 2021.
Lanjut Olly, PDIP Sulut merekomendasikan Puan Maharani sebagai capres PDIP. ”PDIP Sulut sudah memutuskan Puan Maharani calon Presiden PDIP di Pilpres 2024. Keputusan ini nanti akan di bawa ke Rakernas PDIP,” tegas Olly menjawab wartawan usai pelaksanaan rakerda tahun lalu.
Kini giliran sejumlah warga di Sulut mendukung Puan Maharani maju Pilpres 2024.
Mereka dari kelompok Relawan Pejuang Puan Maharani. Deklarasi di Kabupaten Bolmong dan Bolaang Mongondow Timur Minggu 31 Juli 2022.
Baca juga: Puan Maharani Ramaikan Bursa Capres: Begini Tanggapan PDIP Gorontalo
Deklarasi mendukung Puan Maharani sebagai capres sekian meluas. Mulai dari Sumatera Utara, Jawa Timur, Banten hingga Jawa Barat.
Hendra Yasin: Puan-Ganjar Untungkan PDIP
Pengamat politik dari IAIN Sultan Amai Gorontalo Hendra Yasin mengatakan, duet Puan Maharani-Ganjar Pranowo akan menyatuhkan seluruh kekuatan PDIP. Suara PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019 tidak pecah.
Alumni Universitas Gajah Mada ini menilai sejauh ini ada dua nama yang muncul di PDIP untuk dipersiapkan menuju capres-cawapres.
Bila dua nama tersebut menjadi lawan politik dalam perhelatan pesta demokrasi ke depan tentu hal ini merugikan PDIP.
Kata Hendra, nama yang menonjol tidak hanya Puan Maharani namun juga Ganjar Pranowo. Namun untuk maju sebagai calon yang diusung ke capres hal itu tidak lepas dari hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Bagi Hendra, PDIP menjadi rugi jika Puan Maharani dan Ganjar Pranowo menjadi lawan pada Pilpres 2024. Akan merusak dan memecah basis massa PDIP.
Baca juga: Breaking News: Bursa Capres PDIP, Puan Maharani Punya Modal Suara 15,55 Persen di Gorontalo
"Kita tida bisa pungkiri ke depan bisa jadi keduanya duet melalui PDIP atau bisa menjadi lawan antara dua kutub. Jika terjadi perlawanan politik antara keduanya tentu sangat merugikan PDIP," jelasnya.
Duet Puan Maharani-Ganjar Pranowo, kata Hendra, memungkinkan. Dalam beberapa simulasi survei pasangan capres-cawapres, dua nama itu potensi.
Lanjut dia, Jika diduetkan Puan Maharani-Ganjar Pranowo tentu ini sangat bagus. Pada satu sisi tidak terbelah basis pemilih PDIP dan jika hal itu terjadi tentu PDIP ke depan lebih solid lagi. Akan tetapi perlu diperhitungkan ialah koalisi untuk kemenangannya.
"Untuk persoalan capres-cawapres harus miliki hitung-hitungan politik terutama soal koalisi dan hasil survei," jelasnya.
Simulasi Puan-Ganjar
Ketua DPP PDIP Puan Maharani lebih berpeluang ketika disandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketimbang dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Penilaian ini muncul setelah lembaga survei Media Survei Indonesia (Median) mensimulasikan skenario pasangan capres-cawapres untuk Pemilu 2024.
Dalam hasil survei Median, angka netizen Facebook yang menginginkan Ganjar Pranowo-Puan Maharani sebanyak 16,5 persen.
Baca juga: Punya Modal Elektoral 19,33 Persen, Relawan Dorong Puan Maharani Maju Pilpres 2024
Sementara, saat disandingkan dengan Andika Perkasa, Puan hanya mendapatkan 13,4 persen.
Skenario Duet:
1) Puan Maharani-Andika Perkasa 13,4 persen
2) Puan Maharani-Ridwan Kamil 14,0 persen
3) Ganjar Pranowo-Puan Maharani 16,5 persen
4) Puan Maharani-Sandiaga Uno 13,6persen
Survei ini menggunakan rancangan nonprobability sampling, dengan kuesioner berbasis google form disebarkan melalui media sosial Facebook.
Dengan target pengguna aktif Facebook berusia 17 hingga 60 tahun, yang disebarkan pada 21-27 2022, hasilnya sebanyak 1.500 responden yang tersebar di 34 provinsi.
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan Puan Maharani lebih unggul dibandingkan Ganjar Pranowo.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menganggap hasil survei itu membuat Puan lebih potensial untuk diusung di Pilpres 2024.
Dari sisi tingkat popularitas di mata responden, Puan Maharani ungguli Ganjar Pranowo, situasi ini sebenarnya membuat Puan lebih potensial terusung.
Baca juga: PDIP-PAN Berpeluang Usung Puan Maharani dan Erick Thohir
Popularitas:
- Puan Maharani 69,3 persen
- Ganjar Pranowo 61,14 persen
Survei IPO bertajuk Persepsi Publik atas Konstelasi Politik Nasional dan Pemilihan Presiden 2024 dilakukan sepanjang 23-28 Mei 2022 dengan melibatkan 1.200 responden.
Wawancara dilakukan dengan hybrid secara tatap muka sebanyak 480 responden dan sambungan telepon.
Margin of error survei sekitar 2.90 persen dengan tingkat akurasi data 95 persen. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribungorontalo.com dengan judul Duet Puan Maharani-Ganjar Pranowo: Begini Analisis Pengamat Politik dari Gorontalo