Senin, 9 Maret 2026

Sejarah Bukit Arang Gorontalo, Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022

Objek wisata Bukit Arang yang terletak di Desa Lonuo Kecamatan Tilong Kabila Kabupaten Bone Bolango tersebut memiliki sisi memacu adrenalin.

Tayang:
zoom-inlihat foto Sejarah Bukit Arang Gorontalo, Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022
TribunGorontalo.com
Area camping Ground di Bukit Arang Desa Lonuo Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo 

Orang-orang Belanda itu mengajak beberapa masyarakat Desa Wangeya, sebagai penunjuk jalan berbekal ketupat (Atupatp).

Di sepanjang perjalanan, rombongan ini memberi nama bukit-bukit yang dijadikan tempat peristirahatan sementara.

Adapun nama-nama bukit tersebut, yakni Bukit Manawo, Bukit Moosiya, dan Bukit Duito (Arang).

Ketiga bukit tersebut sampai hari ini masih tetap dikenal oleh masyarakat Desa Lonuo.

Akan tetapi dari ketiga bukit ini, Bukit Duito satu-satunya bukit yang masih memiliki bukti sejarahnya, berupa adanya tanaman kayu arang (duito mongonu). Hingga kini tanaman kayu arang (duito mongonu) masih tumbuh subur di bukit tersebut.

Selanjutnya perjalanan FJ Renta menuju lokasi pengambilan emas sangatlah jauh dan sementara bekal ketupat (Atupato) yang dibawa oleh rombongan FJ Renta ini telah basi.

Lali masyarakat lokal yang berperan sebagai penunjuk jalan ini menyampaikan kepada FJ Renta bahwa bekal ketupat ini tidak bisa di makan karena telah basi (Bomo'o Lonuo).

Dari istilah inilah kata Bomo'o Lonuo ini muncul dan sering di ulang-ulang oleh masyarakat lokal yang ikut serta dalam rombongan.

FJ Renta memutuskan untuk berunding dengan rombongannya dan bersepakat pada saat itu juga Desa Wangeya (Penghubung) diganti namanya menjadi Desa Lonuo, itulah sejarah singkat Bukit Arang dan Desa Lonuo. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved