Rabu, 4 Maret 2026

Mapala Gorontalo Hipotermia

Mapala Belantara Bantah Soal Insiden Hipotermia di Pegunungan Tilongkabila-Gorontalo

Yulin menjelaskan anggotanya yang disebut hipotermia itu, hanya mengalami gejala dingin biasa. Apapun itu kata dia, tidak terlihat hipotermia..

zoom-inlihat foto Mapala Belantara Bantah Soal Insiden Hipotermia di Pegunungan Tilongkabila-Gorontalo
TribunGorontalo.com
Pegunungan Tilongkabila berada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Ketinggian puncak pegunungan ini berada di angka 1.500-an MDPL. 

“Selama perjalanan dari kaki gunung hingga tiba di pos bayangan, semua peserta dan panitia masih dalam keadaan stabil, hanya saja kedinginan yang dialami Dea terjadi saat perjalanan menuju ke pos satu.” cerita Yulin. 

Namun tanpa berkoordinasi, Dea justru langsung menghubungi Basarnas Pohuwato. Tindakan ini yang disayangkan Yulin.

“Yang mengecewakan, ia (Dea) menelpon dan meminta dievakuasi tanpa sepengetahuan panitia,” tutur Yulin, kesal.

Sebelumnya diketahui, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi belasan mahasiswa pencinta alam (Mapala) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu (25/6/2022). 

Belasan Mapala UNG itu tergabung dalam MPA Belantara, sebuah organisasi ekstra di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG. 

Informasinya, belasan anggota MPA Belantara ini tengah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) ke-7 di Pegunungan Tilongkabila. Sialnya, dua di antaranya masing-masing mengalami hipotermia dan asma. 

"Kami diinformasikan oleh tim bahwasanya ada kejadian membahayakan manusia salah satu orang di antaranya mengalami hipotermia di Pegunungan Tilongkabila,” ungkap kepala Basarnas Gorontalo,  I Made Junetra, Sabtu sore (25/6/2022). 

Informasi itu diterima pihaknya pada 24 Juni kemarin pukul 09.00 Wita. beruntung, saat itu memang koordinator tim itu mengabarkan jika kondisi tim baik-baik saja.

Kabar baik itu setidaknya dikabarkan hingga pukul 20.00 Wita. 

“(Namun) pukul 21.00 Wita, tim SAR kembali menerima laporan dari tim pendakian bahwa mereka membutuhkan pertolongan SAR. Pukul 21.20 Wita tim SAR menuju kaki Pegunungan Tilongkabila. Dan langsung melakukan pencarian malam itu juga.” tegas Junetra. 

Proses evakuasi mengalami banyak hambatan, selain medan terjal, dan kondisi tanah yang licin dan berair, tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS TNI-Polri, IEA, BPBD, RAPI, dan Mapala, harus membuka jalur sendiri untuk bisa menjangkau para pendaki.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved