Mapala Gorontalo Hipotermia

Mapala Belantara Bantah Soal Insiden Hipotermia di Pegunungan Tilongkabila-Gorontalo

Yulin menjelaskan anggotanya yang disebut hipotermia itu, hanya mengalami gejala dingin biasa. Apapun itu kata dia, tidak terlihat hipotermia..

TribunGorontalo.com
Pegunungan Tilongkabila berada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Ketinggian puncak pegunungan ini berada di angka 1.500-an MDPL. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Mahasiswa pencinta alam (Mapala) Belantara menyebut gejala yang dialami anggotanya saat mendaki Pegunungan Tilongkabila pada Jumat (24/6/2022) bukanlah hipotermia. 

“Ada satu pengurus yang mengalami kedinginan dan kecapean. Kedinginan belum tentu hipo (hipotermia),” tegas Yulin Talahumala, ketua umum Mapala Belantara Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Saat ditemui TribunGorontalo.com pada Minggu (26/6/2022) kemarin, Yulin menjelaskan, bahwa memang banyak kendala yang dialami tim saat pendakian.

Terutama karena saat itu cuaca berlangsung buruk, “hujan lebat disertai angin kencang dan kabut yang serasa menutupi jalan yang dilalui,” cerita Yulin. 

Namun dengan lugas ia mengungkapkan, bahwa kelompok yang saat itu sedang dalam pendidikan dasar (diksar) ke-7 itu, sebelumnya sudah melakukan latihan fisik.

Tidak cuma itu, baik panitia maupun peserta diksar, sudah melakukan rangkaian uji kesehatan. 

Juga, sebelum keberangkatan, pihaknya sudah menyiapkan peralatan mendaki.

Artinya, diksar itu kata dia sudah dipersiapkan dengan matang. Tidak turun begitu saja.

Dan tidak cuma Mapala Belantara, saat itu bersama tim ada Mapala BTN UNG dan kelompok pencinta alam (KPA) Li-Bande. 

“Hanya saja salah satu anggota kami (Mapala Belantara) atas nama Dea Ananda Doke memaksakan dirinya ikut pada Diklatsar itu, mengingat ia sering kecapean maka kami tidak mengikutinya hanya saja dirinya memaksakan untuk pergi,” cerita Yulin. 

Dea Nanda Doke adalah anggota Mapala Belantara yang dalam laporan Basarnas Gorontalo mengalami gejala hipotermia di ketinggian 700-an mdpl Pegunungan Tilongkabila. 

Meski belakangan, informasi terkait gejala hipotermia yang dialami Dea ini dibantah oleh Yulin. 

Dea ini sebetulnya kata Yulin, tidak masuk dalam formasi kepanitian diksar. Sebab, seluruh panitia dan anggota diksar, sebelum berangkat memang sudah mempersiapkan fisik yang prima. 

Sedangkan Dea, karena memaksa ikut di hari keberangkatan, Yulin mengaku tak tahu apakah ia sudah melatih fisiknya atau tidak. 

Nahas, Dea Nanda Doke, anggota Mapala Belantara dengan nama rimba Pila Ampullacea ini, justru yang kemudian membuat tim kerepotan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved