Mapala Gorontalo Hipotermia
Mengenal Gejala Hipotermia yang Dialami Dea Nanda Doke, Mapala UNG
Dea Nanda Doke, calon mahasiswa pencinta alam (mapala), mengalami hipotermia saat mendaki di Pegunungan Tilongkabila, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango p
Editor:
Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Ilustrasi hipotermia. Dea Nanda Doke, calon mahasiswa pencinta alam (mapala), mengalami hipotermia saat mendaki di Pegunungan Tilongkabila, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango pada Jumat pagi (24/6/2022).
- Berada di dalam air terlalu lama, misalnya akibat kecelakaan kapal
Hipotermia dapat dialami oleh siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipotermia, yaitu:
- Kelompok usia bayi, balita, dan lansia
- Kelelahan
- Gangguan mental, misalnya demensia
- Konsumsi minuman beralkohol
- Penyalahgunaan NAPZA
Konsumsi obat-obatan, misalnya golongan opioid, obat bius, obat penenang, atau clonidine
Hipotiroidisme, radang sendi, stroke, diabetes, atau penyakit Parkinson
Gejala Hipotermia
Gejala hipotermia bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Berikut ini merupakan gejala hipotermia berdasarkan derajatnya:
1. Gejala hipotermia ringan (suhu 32–35 derajat Celsius):
- Pucat
- Kulit terasa dingin ketika disentuh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/250622-ilustras-hipotermia.jpg)