Mapala Gorontalo Hipotermia

Mengenal Gejala Hipotermia yang Dialami Dea Nanda Doke, Mapala UNG

Dea Nanda Doke, calon mahasiswa pencinta alam (mapala), mengalami hipotermia saat mendaki di Pegunungan Tilongkabila, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango p

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Ilustrasi hipotermia. Dea Nanda Doke, calon mahasiswa pencinta alam (mapala), mengalami hipotermia saat mendaki di Pegunungan Tilongkabila, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango pada Jumat pagi (24/6/2022).  

- Tidak memberi respons

- Bradikardia makin parah

- Pernapasan dan denyut nadi sangat lemah

- Pingsan

- Henti jantung

Pada bayi, hipotermia dapat ditandai dengan kulit yang terasa dingin dan terlihat kemerahan. Bayi juga terlihat diam, lemas, dan tidak mau menyusu atau makan.

Kapan harus ke dokter

Hipotermia adalah kondisi gawat darurat yang harus cepat ditangani.

Segera cari pertolongan medis ke dokter di rumah sakit terdekat bila Anda mengalami atau melihat seseorang dengan gejala hipotermia seperti yang telah disebutkan di atas.

Pengobatan Hipotermia

Jika Anda melihat orang yang memiliki gejala hipotermia, maka tindakan awal yang perlu dilakukan adalah memeriksa denyut nadi dan pernapasan.

Jika denyut nadi dan pernapasannya sudah berhenti, maka lakukanlah tindakan resusitasi jantung paru (CPR) dan cari bantuan medis.

Bila orang tersebut masih bernapas dan denyut nadinya masih ada, lakukanlah tindakan berikut ini untuk membuat suhu tubuhnya kembali normal:

- Pindahkan penderita ke tempat yang lebih kering dan hangat secara hati-hati, karena gerakan yang berlebihan dapat memicu denyut jantungnya berhenti.

- Ganti dengan pakaian yang kering jika pakaian yang dikenakannya basah.

- Tutupi tubuh penderita dengan selimut atau mantel yang tebal agar hangat.

- Berikan penderita minuman hangat dan manis jika ia sadar dan mampu menelan.

- Berikan kompres hangat dan kering untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Letakkan kompres di leher, dada, dan selangkangan. Hindari meletakkan kompres di lengan atau tungkai karena dapat menyebabkan darah yang dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru, dan otak.

- Hindari penggunaan air panas, bantal pemanas, atau lampu pemanas untuk menghangatkan penderita. Panas yang berlebihan dapat merusak kulit dan menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.

- Temani dan pantau terus kondisi penderita hingga bantuan medis tiba.

Setelah tiba di rumah sakit, penderita hipotermia akan menerima serangkaian tindakan medis, berupa:

- Memberikan oksigen yang telah dilembapkan melalui masker atau selang hidung, untuk menghangatkan saluran pernapasan dan meningkatkan suhu tubuhnya

- Memberikan cairan infus yang telah dihangatkan

- Menghangatkan darah pasien dengan menggunakan mesin cuci darah bila hipotermia yang dialaminya berderajat berat

Komplikasi Hipotermia

Hipotermia yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi, antara lain:

- Frostbite, yaitu cedera pada kulit dan jaringan di bawahnya karena membeku

- Chilblains, yaitu peradangan pembuluh darah kecil dan saraf pada kulit

- Trench foot, yaitu rusaknya pembuluh darah dan saraf pada kaki akibat terlalu lama terendam air

- Gangrene, yaitu kematian jaringan tubuh

- Kematian

Pencegahan Hipotermia

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hipotermia, yaitu:

- Jaga tubuh agar tetap kering.

- Hindari mengenakan pakaian basah dalam jangka waktu lama.

- Gunakan pakaian sesuai dengan kondisi cuaca dan aktivitas yang akan dilakukan, terutama saat mendaki gunung atau berkemah di tempat yang dingin.

- Gunakan topi, syal, sarung tangan, kaus kaki, dan sepatu bot ketika akan beraktivitas di luar rumah pada suhu yang sangat dingin.

- Hindari melakukan aktivitas fisik yang berat ketika suhu sangat dingin, karena keringat dapat membasahi pakaian dan membuat suhu tubuh makin turun.

- Hindari mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol atau kafein.

- Konsumsilah minuman dan makanan yang hangat.

- Jangan berenang ketika cuaca dingin.

Sedangkan untuk mencegah hipotermia pada bayi dan anak-anak, cara yang dapat dilakukan adalah:

- Jaga suhu kamar agar selalu hangat.

- Atur suhu pendingin udara (AC) dengan baik bila anak tidur di kamar yang ber-AC.

- Pakaikan anak jaket atau pakaian yang tebal ketika hendak beraktivitas di luar rumah saat suhu udara dingin.

- Segera bawa anak ke ruangan yang hangat jika mereka mulai menggigil. (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved