Capres 2024
Elektabilitas Prabowo Terus Tergerus, Ini Saran Pengamat Sosial-Politik dari Gorontalo
Prabowo disarankan ubah gagasan, ide dan gaya komunikasi politik supaya elektablitas tidak terus tergerus.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
"Jadi kalau misalnya melihat secara umum perbandingan dari Pemiliu 2014 ke Pemilu 2019 di Gorontalo, yah Pak Jokowi mengalami kenaikan 140.000 suara. Dan pak Prabowo alami penurunan sekitar 30.000 suara," ungkapnya.
Lantas apa yang perlu dilakukan oleh Prabowo untuk bisa menaikan elektabilitasnya?. Menurut Funco, dalam tiga kali perhelatan Pilpres, Prabowo tidak pernah menang.
Malah secara khusus di Provinsi Gorontalo, tingkat keterpilihan malah menurun. Maka yang perlu dilakukan adalah memperbaharui gagasan dan ide untuk membangun Indonesia.
Ditambahkannya, gagasan dan ide yang disajikan oleh Prabowo, baik di Pemilu 2009, 2014 maupun 2019 tidak berhasil mengangkat perolehan suara untuk jadi pemenang.
Masyarakat malah cenderung memilih gagasan dan pola komunikasi serta gaya politik yang ditunjukan oleh pak Jokowi.
"Untuk itu saat ini Prabowo harus bisa menyajikan gagasan dan ide yang lebih segar dan menarik. Saat ini gagasan dan ide yang disajikan belum menunjukan hal yang luar biasa. Ini juga masih terlihat pada survei yang dilakukan dari Januari sampai Juni, tren elektabilitas turun," ujarnya.
Selain gagasan dan ide untuk membangun Indonesia, Funco juga menyarankan Prabowo untuk memperbaharui komunikasi politik. "Agar bisa diterima dan elektabilitas semakin meningkat," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/230622-Prabowo-Funco-23.jpg)