Capres 2024
Elektabilitas Prabowo Terus Tergerus, Ini Saran Pengamat Sosial-Politik dari Gorontalo
Prabowo disarankan ubah gagasan, ide dan gaya komunikasi politik supaya elektablitas tidak terus tergerus.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
Laporan Ronald Rampi, wartawan TribunGorontalo.com
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Prabowo Subianto disarankan ubah gagasan dan ide agar lebih menarik masyarakat. Figur calon presiden dari Partai Gerindra ini juga disarankan mengubah gaya komunikasi politik supaya elektabilitas tak tergerus.
Penurunan elektabilitas Prabowo karena masyarakat melihat tidak ada gagasan dan ide baru yang menarik.
Minurut pengamat sosial-politik Gorontalo Funco Tanipu penurunan elektabiltas dapat dicegah dengan pembaharuan gagasan dan ide menarik termasuk ubah gaya komunikasi politik.
Elektabilitas Prabowo sebagai calon presiden (capres) mengalami tren penurunan sejak beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data survei Litbang Kompas yang dirilis pada Bulan Januari tahun 2022 lalu, Prabowo memiliki tingkat elektabilitasi 26,5 persen.
Disusul oleh Ganjar Pranowo sebesar 20,5 persen dan Anies Baswedan 14,2 persen.
Sedangkan, pada data survei yang dilakukan 26 Mei hingga 4 Juni 2022, meski masih berada di urutan tertinggi, namun elektabilitas Prabowo mengalami penurunan.
Tercatat tingkat keterpilihan Prabowo mencapai angka 25,3 persen. Urutan kedua masih di tempat Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 22 persen. Serta Anies Baswedan pada peringkat ketiga dengan elektabilitas 12,6 persen.
Meski masih menempati urutan pertama dalam daftar tiga besar capres dengan elektabilitas tertinggi versi Litbang Kompas, namun terungkap sebuah fakta menarik bahwa elektabilitas Menteri Pertahanan (Menhan) RI di Kabinet Indonesia Maju tersebut turun 1,2 persen.
Menanggapi hasil survei tersebut, pengamat sosial-politik Gorontalo Funco Tanipu menuturkan, memang telah terjadi penurunan elektabilitas Prabowo sejak bulan Januari hingga bulan Juni.
"Iya memang ada penurunan, dan jika tidak ada sesuatu yang baru, kemungkinan akan tergerus terus" ungkapnya.
Tidak hanya berdasarkan hasil survey Litbang Kompas, penurunan elektabilitas Prabowo juga terlihat pada hasil Pemilu tahun 2014 maupun tahun 2019 di Provinsi Gorontalo.
Pada Pemilu 2014, Prabowo-Hatta pernah unggul atas Jokowi-JK. Prabowo-Hatta memperoleh 63,10 persen sedangkan Jokowi-JK mengumpulkan 36,90 persen.
Pada Pemilu 2019, hasil suara Prabowo menurun, padahal berpasangan dengan Sandiaga Uno yang merupakan putra Gorontalo, keduanya meraih angka keterpilihan sebanyak 48,3 persen. Sedangkan pasangan Jokowi-Maaruf memperoleh 51,7 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/230622-Prabowo-Funco-23.jpg)