Sabtu, 7 Maret 2026

Pengeroyokan Siswa Gorontalo

Kepsek Sebut Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 1 Telaga Biru Sudah Berakhir Damai

Fitriyani Kamali, Kepala SMAN 1 Telaga Biru menyebut jika kasus Pengeroyokan Siswa itu sebelumnya sudah berakhir damai

Tayang:
zoom-inlihat foto Kepsek Sebut Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 1 Telaga Biru Sudah Berakhir Damai
TribunGOrontalo.com/AgungPanto
Fitriyani Kamali, Kepala SMAN 1 Telaga Biru didampingi stafnya saat menjelaskan kronologi pengeroyokan siswanya. Ia menjelaskan jika kasus itu sebelumnya sudah berakhir damai. 

“Kedua siswa itu pun saling memaafkan dan kedua orang tua murid saling memaafkan, dan berdamai, karena kami konteksnya pendidikan kami pun melalui surat pernyataan itu anak bisa menyadari kekeliruan mereka dan menjadi anak yang baik. ” tambah Fitriyani.

Setelah kejadian itu korban pun masih mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Bahkan masih berkomunikasi dengan para guru di sekolah.

“Setelah kejadian tersebut, siswa masih beraktifitas seperti biasa siswa tidak sakit, masih mengikuti belajar, bahkan siswa masih memperbaiki nilai dia, bahkan siswa itu pun menyampaikan langsung bahwa dirinya sehat,” 

Pihak sekolah SMA N 1 Telaga Biru Gorontalo lalu mengunjungi rumah korban.

“Hasil home visit (kunjungan) yang kami lakukan pun sudah dua kali, dan hasil home visite yang pertama keadaan siswa memang masih sakit dan hasil mediasi yang dilakukan oleh kedua orang tua pun terlaksana,” tutup kepsek.

Pada proses mediasi disaksikan juga oleh perwalian dari siswa, wakasek kesiswaan dan Guru bimbingan konseling.

Karena itu, pihak sekolah kaget ketika kasus ini berlanjut hingga ke kepolisian. 

Adapun pelaporan ke kepolisian dilakukan sejak Sabtu 19 Juni 2022 kemarin. 

Korban, RH (18) didampingi pengacaranya, Nasir Thalib Djibran mendatangi SPKT Polda Gorontalo.

Berbicara via telepon siang tadi, Senin (20/6/2022) Nasir menjelaskan, jika pihaknya melaporkan tiga tersangka pengeroyokan siswa SMAN 1 Telaga Biru.

Harapannya, ada perhatian atas kasus ini. Apalagi, pengeroyokan itu sudah memengaruhi kondisi mental korban. 

Kondisi mental korban yang belum stabil inilah yang menjadi alasan, pihaknya belum memberikan keterangan banyak untuk berita acara pemeriksaan (BAP) awal. 

“Korban mengalami traumatik yang cukup parah, maka untuk BAP awal itu belum dilakukan,” ungkap Nasir. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved