Pengeroyokan Siswa Gorontalo
Kepsek Sebut Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 1 Telaga Biru Sudah Berakhir Damai
Fitriyani Kamali, Kepala SMAN 1 Telaga Biru menyebut jika kasus Pengeroyokan Siswa itu sebelumnya sudah berakhir damai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/20062022_Kepsek-SMAN-1-Telaga-Biru_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebelum akhirnya dilanjutkan ke polisi, kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 1 Telaga Biru sudah berakhir damai.
Fitriyani Kamali, Kepala SMAN 1 Telaga Biru menyebut pengeroyokan siswa itu sudah di mediasi beberapa waktu lalu.
Kata Fitriyan, kasus pengeroyokan siswa itu sudah berakhir antara korban dan pelaku sudah saling memaafkan.
Ia menceritakan, pengeroyokan siswa itu terjadi pada 7 Juni 2022.
Orang yang pertama kali mengetahui kejadian itu adalah Wakil Kepala Sekolah Nandi Harun.
“Saat kejadian Pak Nandi Harun sempat mendengar ribut-ribut di kelas tersebut,” cerita Fitriyani Kamali kepada TribunGorontalo.com.
Usai mengetahui kejadian itu, Nandi kata dia saat itu juga membawa korban dan pelaku ke dewan guru.
Perdamaian dilakukan korban dan pelaku usai keluar dari dewan guru tersebut.
Tidak hanya sampai di situ. Besoknya pada 8 Juni 2022, pihak sekolah melakukan bimbingan konseling (BK) kepada korban dan pelaku.
Prosesi BK dilakukan dengan pembinaan dan perdamaian antara kedua siswa tersebut.
Lalu, pada tanggal 10 juni pihak sekolah SMAN 1 Telaga Biru memediasi orang tua dari kedua belah pihak.
Kata dia, mediasi untuk mencegah masalah tidak melebar, hingga mengganggu psikologi dari siswa - siswa tersebut.
“Jadi pada tanggal 10 Juni kami menindaklanjuti lagi dengan mengundang para orangtua siswa kedua belah pihak untuk diadakan mediasi,” ungkap Fitryani.
Dari hasil mediasi yang dilakukan pihak sekolah, para orang tua murid menyatakan untuk saling memaafkan secara lisan.
Orang tua korban dan pelaku telah berkomitmen untuk memaksimalkan penanganan dan pendampingan kepada siswa melalui surat pernyataan .
“Kedua siswa itu pun saling memaafkan dan kedua orang tua murid saling memaafkan, dan berdamai, karena kami konteksnya pendidikan kami pun melalui surat pernyataan itu anak bisa menyadari kekeliruan mereka dan menjadi anak yang baik. ” tambah Fitriyani.
Setelah kejadian itu korban pun masih mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Bahkan masih berkomunikasi dengan para guru di sekolah.
“Setelah kejadian tersebut, siswa masih beraktifitas seperti biasa siswa tidak sakit, masih mengikuti belajar, bahkan siswa masih memperbaiki nilai dia, bahkan siswa itu pun menyampaikan langsung bahwa dirinya sehat,”
Pihak sekolah SMA N 1 Telaga Biru Gorontalo lalu mengunjungi rumah korban.
“Hasil home visit (kunjungan) yang kami lakukan pun sudah dua kali, dan hasil home visite yang pertama keadaan siswa memang masih sakit dan hasil mediasi yang dilakukan oleh kedua orang tua pun terlaksana,” tutup kepsek.
Pada proses mediasi disaksikan juga oleh perwalian dari siswa, wakasek kesiswaan dan Guru bimbingan konseling.
Karena itu, pihak sekolah kaget ketika kasus ini berlanjut hingga ke kepolisian.
Adapun pelaporan ke kepolisian dilakukan sejak Sabtu 19 Juni 2022 kemarin.
Korban, RH (18) didampingi pengacaranya, Nasir Thalib Djibran mendatangi SPKT Polda Gorontalo.
Berbicara via telepon siang tadi, Senin (20/6/2022) Nasir menjelaskan, jika pihaknya melaporkan tiga tersangka pengeroyokan siswa SMAN 1 Telaga Biru.
Harapannya, ada perhatian atas kasus ini. Apalagi, pengeroyokan itu sudah memengaruhi kondisi mental korban.
Kondisi mental korban yang belum stabil inilah yang menjadi alasan, pihaknya belum memberikan keterangan banyak untuk berita acara pemeriksaan (BAP) awal.
“Korban mengalami traumatik yang cukup parah, maka untuk BAP awal itu belum dilakukan,” ungkap Nasir.