Rabu, 4 Maret 2026

Pengeroyokan Siswa Gorontalo

Kepsek Sebut Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 1 Telaga Biru Sudah Berakhir Damai

Fitriyani Kamali, Kepala SMAN 1 Telaga Biru menyebut jika kasus Pengeroyokan Siswa itu sebelumnya sudah berakhir damai

Tayang:
zoom-inlihat foto Kepsek Sebut Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 1 Telaga Biru Sudah Berakhir Damai
TribunGOrontalo.com/AgungPanto
Fitriyani Kamali, Kepala SMAN 1 Telaga Biru didampingi stafnya saat menjelaskan kronologi pengeroyokan siswanya. Ia menjelaskan jika kasus itu sebelumnya sudah berakhir damai. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebelum akhirnya dilanjutkan ke polisi, kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 1 Telaga Biru sudah berakhir damai. 

Fitriyani Kamali, Kepala SMAN 1 Telaga Biru menyebut pengeroyokan siswa itu sudah di mediasi beberapa waktu lalu. 

Kata Fitriyan, kasus  pengeroyokan siswa itu sudah berakhir antara korban dan pelaku sudah saling memaafkan. 

Ia menceritakan, pengeroyokan siswa itu terjadi pada 7 Juni 2022.

Orang yang pertama kali mengetahui kejadian itu adalah Wakil Kepala Sekolah Nandi Harun.

“Saat kejadian Pak Nandi Harun sempat mendengar ribut-ribut di kelas tersebut,” cerita Fitriyani Kamali kepada TribunGorontalo.com. 

Usai mengetahui kejadian itu, Nandi kata dia saat itu juga membawa korban dan pelaku ke dewan guru. 

Perdamaian dilakukan korban dan pelaku usai keluar dari dewan guru tersebut. 

Tidak hanya sampai di situ. Besoknya pada 8 Juni 2022, pihak sekolah melakukan bimbingan konseling (BK) kepada korban dan pelaku.

Prosesi BK dilakukan dengan pembinaan dan perdamaian antara kedua siswa tersebut.

Lalu, pada tanggal 10 juni pihak sekolah SMAN 1 Telaga Biru memediasi orang tua dari kedua belah pihak. 

Kata dia, mediasi untuk mencegah masalah tidak melebar, hingga mengganggu psikologi dari siswa - siswa tersebut.

“Jadi pada tanggal 10 Juni kami menindaklanjuti lagi dengan mengundang para orangtua siswa kedua belah pihak untuk diadakan mediasi,” ungkap Fitryani.

Dari hasil mediasi  yang dilakukan pihak sekolah, para orang tua murid  menyatakan untuk saling memaafkan secara lisan.

Orang tua korban dan pelaku telah berkomitmen untuk memaksimalkan penanganan dan pendampingan kepada siswa  melalui surat  pernyataan .

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved