Wabah Kolera Menyebar di Kota Mariupol Ukraina

Wali Kota Mariupol, Vadym Boychenko mengkhawatirkan ribuan orang dapat meninggal karena wabah kolera yang menyebar di kota tersebut.

Editor: lodie tombeg
tribunnews/Anatolii Stepanov
Seorang tentara Ukraina memasuki tempat perlindungan di posisinya di Svetlodarsk di luar Donetsk, pada 12 Maret 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev – Wali Kota Mariupol, Vadym Boychenko mengkhawatirkan ribuan orang dapat meninggal karena wabah kolera yang menyebar di kota tersebut.

Dia mengatakan sistem sanitasi di kotanya telah rusak dan banyak mayat membusuk di jalanan.

“Ada wabah disentri dan kolera. Perang yang memakan 20.000 penduduk, sayangnya, dengan wabah infeksi ini, akan merenggut ribuan Mariupolit lagi,” kata Boychenko, yang dikutip dari Reuters.

Dia meminta PBB dan Komite Internasional Palang Merah untuk membangun koridor kemanusiaan yang memungkinkan penduduk Mariupol yang tersisa dapat meninggalkan kota.

Badan Pangan PBB (FAO) memberikan gambaran dampak perang yang lebih luas, dengan mengatakan pengurangan ekspor gandum dan komoditas pangan lainnya dari Rusia dan Ukraina dapat menyebabkan 19 juta orang di seluruh dunia terancam kelaparan selama tahun depan.

Pejabat Ukraina mengatakan perang yang terjadi di wilayah timur Ukraina, yaitu di kota Sievierodonetsk, di mana Rusia memusatkan perhatiannya saat ini, telah menguras persejataan Ukraina.

Menurut pejabat Ukraina, hal ini dapat diatasi jika pihak Barat memenuhi janji untuk mengirimkan lebih banyak senjata, termasuk sistem roket yang telah dijanjikan AS dan lainnya.

Perang Artileri

Wakil Kepala Intelijen Militer Ukraina, Vadym Skibitsky mengatakan kepada surat kabar Inggris, Guardian bahwa Ukraina meminta bantuan artileri kepada pihak Barat.

Dia menambahkan Ukraina menggunakan 5.000 hingga 6.000 peluru artileri dalam sehari.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved