Konflik Rusia Vs Ukraina

Roket Canggih M142 HIMARS Dapat Mengubah Permainan Perang Rusia-Ukraina

oket canggih M142 HIMARS yang dikirim Joe Biden ke Ukraina memiliki jangkauan dan presisi yang unggul. 

Editor: Lodie Tombeg
US Army
HIMARS- Pemerintahan Joe Biden akan mengirim sejumlah sistem roket jarak menengah berteknologi tinggi ke Ukraina. 

Itu juga dapat mengancam depot pasokan Rusia, di tengah keyakinan Barat bahwa pasukan Rusia mengalami masalah logistik.

Beberapa analis mengatakan Himars dapat menjadi "pengubah permainan" dalam perang, pada saat pasukan Ukraina tampaknya berjuang di bawah tembakan artileri Rusia.

Tetapi yang lain mengatakan Himars tidak akan tiba-tiba membalikkan keadaan.
“The Himars bahkan akan bermain di lapangan,” ujar seorang pejabat senior pertahanan AS.

Lantas, kenapa AS membatasi jangkauan?

AS berencana untuk membatasi jangkauan rudal yang diberikan Ukraina untuk menghindari digunakan untuk mencapai target jauh di dalam Rusia.
“Kami tidak akan mengirim sistem roket ke Ukraina yang dapat menyerang Rusia,” kata Biden.

Sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari, AS menjadi sensitif dalam mengambil tindakan apa pun untuk mendukung Kyiv yang mungkin memprovokasi Moskow untuk melakukan perang di luar perbatasan Ukraina.
Itu termasuk tidak secara terang-terangan mendukung serangan Ukraina di dalam wilayah Rusia.

Beberapa kali Ukraina telah menggunakan roket, drone, dan helikopternya sendiri untuk mencapai target Rusia di dekatnya di oblast Kursk dan Belgorod yang bertetangga.

Presiden AS Joe Biden
Presiden AS Joe Biden (Tribunnews)

Biden Setuju Kirim Sistem Roket Jarak Jauh ke Ukraina

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden setuju untuk memberikan sistem roket jarak jauh kepada Ukraina.

Roket canggih tersebut akan masuk dalam paket bantuan senjata senilai 700 juta dolar AS, yang akan diluncurkan pada Rabu.

Dilansir Reuters, seorang pejabat senior mengatakan, AS bersedia mengirimkan sistem roket artileri mobilitas tinggi tersebut setelah Ukraina memberikan jaminan tidak akan menggunakannya untuk menyerang Rusia.

Senjata tersebut dapat secara akurat mencapai target sejauh 80 kilometer atau 50 mil.

Dalam opini New York Times yang terbit pada Selasa (31/5/2022), Biden mengatakan invasi Ukraina dapat berakhir dengan diplomasi.

Namun, Biden mengatakan AS harus menyediakan senjata dan amunisi untuk memberi Ukraina pengaruh tertinggi di meja perundingan.

"Itulah mengapa saya memutuskan bahwa kami akan memberi Ukraina sistem roket dan amunisi yang lebih canggih yang akan memungkinkan mereka untuk lebih tepat menyerang sasaran utama di medan perang di Ukraina," tulis Biden.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved