Konflik Rusia Vs Ukraina
Roket Canggih M142 HIMARS Dapat Mengubah Permainan Perang Rusia-Ukraina
oket canggih M142 HIMARS yang dikirim Joe Biden ke Ukraina memiliki jangkauan dan presisi yang unggul.
Paket bantuan senjata juga termasuk amunisi, radar anti tembakan, sejumlah radar pengawasan udara, rudal anti-tank Javelin tambahan, serta senjata anti-armor, kata para pejabat.
Menurut laporan Al Jazeera, pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa AS akan memberi Ukraina Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 (HIMARS).
"Sistem ini akan digunakan oleh Ukraina untuk mengusir kemajuan Rusia di wilayah Ukraina, tetapi mereka tidak akan digunakan pada target di wilayah Rusia," kata pejabat itu kepada wartawan.
M142 HIMARS adalah peluncur roket multiple ringan AS yang dipasang pada kerangka truk Medium Army Tactical Vehicle (MTV) standar.
Senjata ini membawa enam roket atau satu rudal MGM-140 ATACMS di truk lima ton Family of Medium Tactical Vehicles (FMTV), dan dapat meluncurkan seluruh Multiple Launch Rocket System Family of Munitions (MFOM).
HIMARS mulai dikembangkan pada akhir 1990an untuk Angkatan Darat AS.
Menurut catatan Wikipedia, HIMARS pernah digunakan selama perang Afghanistan, perang Suriah, dan di Irak pada 2014-2017.
Gedung Putih memberitahu pers bahwa pihaknya akan memasok HIMARS ke Ukraina, dengan jaminan bahwa Ukraina tidak akan menyerang wilayah Rusia dengan sistem tersebut.
Sebelumnya, Ukraina meminta negara sekutu untuk memberikan sistem rudal jarak jauh yang dapat menembakkan roket dengan jangkauan ratusan mil.
Harapannya, senjata ini dapat mengubah keadaan perang di Ukraina.
Namun Biden pada Selasa mengatakan kepada pers bahwa AS tidak akan mengirim sistem roket ke Ukraina yang menyerang Rusia.
Biden ingin membantu Ukraina mempertahankan diri, tetapi menentang penyediaan senjata yang dapat digunakan Ukraina untuk menyerang Rusia.
Sekutu Barat terus mempersenjatai Ukraina selama perang dengan Rusia.
Salah satu yang dikirim yakni Howitzer M777, yang dinilai cukup sukses untuk melawan pasukan Putin.
Ukraina juga mulai menerima rudal anti-kapal Harpoon dari Denmark dan howitzer self-propelled dari Amerika Serikat, ungkap Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov pada Sabtu lalu.
Tak Ingin Perangi Rusia
Masih menurut opini di New York Times, Biden mengatakan tidak ingin memicu perang antara Rusia dengan NATO, walaupun AS memperkuat sayap timur aliansi militer tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/020622-HIMARS-AS.jpg)