Dituding Langgar Kode Etik Penyelenggara Pemilu Karena Trading Saham, Zubair: Tidak Ada Bukti

Namun oleh Zubair, tuduhan trading saham yang disebut bodong itu, tidaklah terbukti. 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Ilustrasi trading saham. Trading saham online (online trading) adalah kegiatan jual-beli atau perdagangan saham yang dilakukan secara online menggunakan perangkat pribadi penggunanya. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tuduhan pelanggaran kode etik terhadap dirinya, dibantah oleh Zubair Mooduto, ketua Bawaslu Pohuwato yang kini berstatus sebagai anggota biasa.

Sebelumnya ia dilaporkan ke  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena aktivitasnya dianggap mencoreng nama baik Bawaslu. 

Mengacu pada Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) Nomor 15 Tahun 2020, dilakukan klarifikasi kepada Zubair, dilanjutkan dengan kajian, dan rapat pleno.

Dalam klarifikasi, Zubair mengakui terlibat bisnis investasi forex “Bintang Trader” dan mengumpulkan uang dari masyarakat sebesar Rp 1,6 miliar. 

“Teradu harus mengembalikan dana tersebut, namun belum bisa dilaksanakan karena bisnisnya terus mengalami kerugian,” ungkap Jaharuddin.

Lebih-lebih, aktivitas trading saham yang dialkukan, diduga merupakan pelanggaran etik penyelenggara pemilu.

Apalagi menurut pelapornya, Jaharudin Umar anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, aktivitas trading saham itu sebagai investasi bodong.

Namun oleh Zubair, tuduhan trading saham yang disebut bodong itu, tidaklah terbukti. 

Ia menjelaskan, bahwa pelapornya tidak mampu membuktikan apakah memang bisnis investasi yang ditekuninya adalah bodong. 

Terlebih, kesimpulan ‘bodong’ atau ilegal itu tidak keluar dari otoritas yang resmi, misalnya OJK (otoritas jasa keuangan).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved