Konflik Rusia vs Ukraina
AS Siapkan 1.468 Stinger Baru untuk Ukraina, Israel Tolak Permintaan Jerman
Kontrak pembelian rudal Stinger anti-pesawat senilai 687 juta dolar AS untuk mengisi kembali stok senjata Amerika Serikat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/040522-Rudal-Stinger.jpg)
Polandia menuduh Jerman tidak mengirim tank Leopardnya untuk menggantikan ratusan T-72 yang dikirim Warsawa ke Kyiv.
Situasi Perang Saat Ini
Diketahui, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmitry Kuleba mengatakan situasi di Donbass "sangat buruk" pada Rabu (25/5/2022) kemarin di Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Meskipun AS mengirim beberapa sistem peluncur roket (MLRS) ke Kyiv, pasukan Ukraina disebut tidak bisa menyerang.
Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kyiv menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul AS Beli 1.468 Stinger Baru untuk Isi Ulang Persenjataan Ukraina