Minggu, 8 Maret 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

AS Siapkan 1.468 Stinger Baru untuk Ukraina, Israel Tolak Permintaan Jerman

Kontrak pembelian rudal Stinger anti-pesawat senilai 687 juta dolar AS untuk mengisi kembali stok senjata Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto AS Siapkan 1.468 Stinger Baru untuk Ukraina, Israel Tolak Permintaan Jerman
Kompas.com/AP PHOTO/VADIMGHIRDA
Rudal Stinger di Capu Midia Surface to Air Firing Range, yang digunakan militer AS dalam latihan Spring Storm 17 di pantai Laut Hitam di Rumania, Senin, 20 Maret 2017. 

Rupanya, hal itu lantaran Israel takut tentara Rusia terbunuh oleh senjata buatannya dan bisa merugikan kepentingan Israel di Suriah.

"Israel khawatir bahwa tentara Rusia dapat dibunuh oleh senjata buatan Israel, yang kemudian akan menyebabkan Moskow merugikan kepentingan keamanan Tel Aviv di Suriah," kata seorang pejabat senior Israel kepada Axios, dikutip dari RussiaToday.

Isu ini muncul sekitar dua minggu lalu, ketika Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel, Amir Eshel, mengunjungi AS.

Wakil Menteri Kebijakan Pentagon, Colin Kahl, telah meminta izin kepada Jerman untuk mengekspor Rudal Spikes ke Ukraina.

Namun Eshel menolak dan memberi tahu Kahl bahwa Israel hanya akan memasok peralatan militer yang tidak mematikan ke Ukraina.

Ketika Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pergi ke Washington Rabu lalu, pertanyaan tentang rudal tidak muncul dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan.

Di hari kunjungannya, Israel hanya mengumumkan akan mengirim 2.000 helm dan 500 rompi pelindung ke Ukraina.

Pentagon tidak secara resmi mengomentari laporan tersebut.

Kehebatan rudal anti-tank Spike

Rudal itu dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems of Israel, Spike pertama kali diperkenalkan pada 1980-an.

Rudal tersebut dipersenjatai dengan anti-tank atau hulu ledak berdaya ledak tinggi, dan dipandu oleh operator atau ditembakkan dalam jarak jauh.

AS dan beberapa sekutu NATO-nya telah memasangnya di helikopter serang.

AS dan sekutunya telah mengirimkan ribuan rudal anti-tank dan anti-pesawat ke Ukraina, serta artileri, kendaraan lapis baja, tank, dan helikopter serang dalam beberapa pekan terakhir.

Rusia mengklaim banyak dari persenjataan itu akhirnya dihancurkan oleh serangan rudal jelajah.

Ada juga beberapa gesekan antara sekutu NATO.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved