Konflik Rusia vs Ukraina
Barat Ingin Ubah Ukraina Jadi Koloni Mereka: Ini Kata Ajudan Putin
Barat sedang berusaha mengikat Ukraina dengan kewajiban keuangan dan politik, sehingga generasi masa depan Ukraina harus membayarnya.
Menurutnya, Moskow tidak pernah menolak pembicaraan damai termasuk di tingkat atas.
Ia mengatakan, Presiden Putin sudah berulang kali menegaskan hal tersebut.
"Masalahnya adalah persiapan serius diperlukan untuk pertemuan tingkat atas, pertemuan antara presiden," kata Medinsky, menambahkan bahwa dokumen harus dirancang untuk pertemuan semacam itu.
"Kepala negara harus bertemu untuk mencapai kesepakatan akhir dan menandatangani dokumen, tetapi tidak untuk mengambil foto," jelasnya.
Menurut Medinsky, sebulan yang lalu pihak Rusia merujuk kepada pihak Ukraina sebuah rancangan perjanjian dan sejumlah posisi utamanya telah disepakati.
Namun menurutnya, Kiev tidak memiliki niat untuk melanjutkan dialog tersebut.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan perang hanya bisa diselesaikan melalui diplomasi.
"Akhirnya akan melalui diplomasi," katanya kepada saluran televisi Ukraina.
Perang "akan berdarah, akan ada pertempuran tetapi hanya akan berakhir secara definitif melalui diplomasi."
Negosiasi antara Kiev dan Moskow terhenti, dengan kedua negara saling menyalahkan.
Masalah utama yang menghambat pembicaraan adalah apakah Rusia harus mempertahankan wilayah yang telah direbutnya dalam perang, atau menarik kembali ke perbatasannya yang diakui secara internasional. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ajudan Putin Sebut Barat Ingin Memperbudak Ukraina secara Finansial
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Vladimir-Putin.jpg)