Jumat, 6 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putuskan Blokade Rusia, AS Persenjatai Ukraina dengan Rudal Anti-Kapal

Amerika Serikat (AS) akan mempersenjatai pejuang Ukraina dengan rudal anti-kapal yang canggih untuk membantu mengalahkan blokade.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Putuskan Blokade Rusia, AS Persenjatai Ukraina dengan Rudal Anti-Kapal
Kemenhan Rusia/RussiaMoD
Satu di antara produk senjata antidrone produksi Rusia yang digunakan di sejumlah medan tempur. Sistem antidrone Harpoon-3 pertama kali digunakan di Ukraina. 

Kementerian Pertahanan Norwegia menolak memberikan tanggapan tentang kontribusi tambahan senjata dan peralatan pertahanan apa yang mungkin dipertimbangkan untuk ditawarkan ke Ukraina.
Semua permintaan senjata seperti Harpoon dan NSM harus disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS, yang mengambil panduan dari Gedung Putih.

Senjata lain yang tinggi di daftar belanja Ukraina adalah Multiple Rocket Launch Systems (MLRS) seperti M270 yang dibuat oleh Lockheed Martin yang dapat menyerang target sejauh 70 kilometer atau lebih, peningkatan tiga kali lipat dari banyak peluru howitzer mereka saat ini.
Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Biden malah memutuskan untuk mengirim howitzer derek M777 yang dapat digunakan lebih cepat dan dikirim dalam jumlah yang lebih besar, kata pejabat itu.

Pejabat AS itu mengatakan M270 atau sistem serupa seperti M142 HIMARS akan dipertimbangkan untuk dikirim ke Ukraina setelah Kongres meloloskan RUU pendanaan tambahan senilai US$40 miliar (sekitar Rp 586,8 triliun) yang akan mengesahkan Otoritas Penarikan Presiden senilai US$11 miliar (sekitar Rp 161,3 triliun).
Itu memungkinkan presiden mengizinkan transfer kelebihan senjata dari stok AS tanpa persetujuan kongres sebagai tanggapan atas keadaan darurat.

Senjata Antidrone Harpoon-3 Rusia Muncul di Medan Tempur Ukraina

Senjata elektronik anti-drone (EW) Harpoon-3 Rusia muncul di medan tempur Ukraina, diujicoba di lapangan oleh pasukan Rusia.

Pada 18 Mei 2022, foto yang menunjukkan radar dan senjata Harpoon-3 muncul di media sosial.

Dikutip Southfrornt.org, Jumat (20/5/2022), tak disebutkan persis lokasinya, hanya dikatakan di Ukraina utara.
Harpoon-3 dikembangkan Automation Technology and Programming di Saint Petersburg untuk melawan ancaman drone ringan dan ultralight dengan sarana EW.

Sistem tersebut pertama kali dihadirkan pada MAKS Air Show 2021. Sistem ini dilengkapi senjata radio-elektronik yang dapat menekan saluran komunikasi dan navigasi drone komersial.

Sistem Harpoon-3 beroperasi pada frekuensi dari 433 hingga 5800 MHz dan memiliki tiga mode jamming. Sistem ini memiliki jangkauan maksimum 2-3,5 kilometer.

Pasukan Kiev telah menggunakan pesawat tak berawak komersial ringan dan ultra ringan untuk memantau dan bahkan menyerang pasukan Rusia sejak awal operasi militer khusus Rusia di Ukraina.

Efektivitas drone ini kemungkinan berada di balik keputusan militer Rusia untuk melengkapi pasukannya di Ukraina dengan sistem anti-drone seperti Harpoon-3.

Produk ini pertama kali diumumkan digunakan militer Rusia pada 8 November 2021. Alat ini sudah dites di medan konflik Nagorno-Karabakh.

Semua seri "Harpoon" dibuat dalam bentuk senjata anti-drone. Desainnya dibagi menjadi kompartemen instrumen berbentuk kotak dengan kontrol dan perangkat antena yang ditutupi dengan casing radio-transparan.

Panjang produk terbaru sekira satu meter panjangnya. Beratnya 6,5 kg. Desainnya lebih kompak dan lebih ringan dari pendahulunya.

Kontrol dilakukan menggunakan remote control sederhana di tepi atas produk dan pemicu tradisional.
Harpoon-3 dapat digunakan sebagai senjata manual atau sebagai bagian dari sistem stasioner. Dalam kasus terakhir, produk dipasang pada mesin khusus dengan drive pemandu di dua pesawat dan dengan remote control.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved