Begini Penjelasan RS Aloei Saboe Gorontalo Terkait Pengelolaan Limbah Medis

Kata Bobby, pihaknya memiliki prosedur pengelolaan sampah medis atau sampah infeksius; kateter, selang infus, dressing kotor,

Penulis: Apris Nawu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. dr. Aloei Saboe merupakan salah satu rumah sakit umum yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Bobby Harun Okok, Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. dr. Aloei Saboe memaparkan standar pengelolaan sampah di rumah sakit terbesar di Gorontalo tersebut.

Kata Bobby, pihaknya memiliki prosedur pengelolaan sampah medis atau sampah infeksius; kateter, selang infus, dressing kotor, placenta tubuh, plaster, masker, swab, verban dan sarung tangan. 

Prosedur itu juga ikut mengatur bagaimana mengelola sampah nonmedis (non-infeksius); plastik, kardus, kayu, karet, kaleng, kertas, logam, gelas, keramik dan sisa makanan.

"Untuk pengelolaan sampah non-infeksius digabungkan dengan sampah umum tersebut," tegas Bobby. 

Sementara sampah medis, memiliki tempat tersendiri. Begitu juga dengan sampah farmasi yang merupakan produk-produk yang tidak dapat digunakan kembali karena kedaluwarsa, cacat, atau terkontaminasi.

"Jadi mengenai tempat sampah, ada tempatnya, itu ada tempat sendiri juga disebut safety box,” ungkap dia. 

Bahkan kata Bobby, tim pengangkut sampah juga dipisah antara tim pengangkut sampah medis dan pengangkut sampah medis. 

Bobby Harun Okok, Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. dr. Aloei Saboe
Bobby Harun Okok, Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. dr. Aloei Saboe

“Petugas pengangkut sampah medis langsung ke pembuangan sampah, dan petugas pengangkut sampah umum juga diangkut ke pembuangan sementara di belakang kamar mayat,” jelas dia. 

Apalagi, saat ini pihaknya pun sudah bekerja sama Dinas Lingkungan Hidup dan pihak ketiga untuk mengangkut sampah tersebut.

“Jadi untuk sampah umum sudah disortir, dan ini sesuai prosedur kami sampah itu disortir lagi agar benar-benar itu sampah biasa, karena bisa jadi ada pasien yang tidak sengaja membuang sampah medis ke tempat itu,” jelasnya.

Perlu kami sampaikan para cleaning service juga dibekali oleh pengetahuan terkait pemilahan limbah dan jenis jenis sampah, sehingga RS Aloe Saboe selalu melakukan sortir dan cek kroscek terkait jenis jenis sampah medis dan sampah biasa.  

"RS. Aloe Saboe juga selalu memberikan pakain khusus kesehatan untuk petugas" tegas Bobby. 

Adapun penjelasan ini untuk membantah adanya tudingan dari sejumlah pihak, terkait buruknya pengelolaan sampah medis dan nonmedis di rumah sakit tersebut. 

"Perlu kami sampaikan kepada teman-teman wartawan jika dilihat dari foto yang ditampilkan oleh beberapa media massa, sampah tersebut masuk kategori limbah umum atau sampah biasa bukan limbah medis yang ada di RS Aloei Saboe,” kata Bobby. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved