Lawan Efek Penuaan, Coba Ikuti 4 Model Latihan ini

Melawan penudaan menjadi pekerjaan klasik sepanjang peradaban manusia. Penuaan adalah proses yang alami dari kehidupan.

Editor: Lodie Tombeg
tribunnews
Ilustrasi olahraga 

Mulailah duduk di seated row machine, letakkan kaki di bagian footpad dan tarik kedua kabel secara melebar. Tarik kabel tersebut hingga kaki kita sepenuhnya lurus. Pertahankan posisi dada tetap menghadap depan, dan dorong siku ke arah pinggul. Tekan bagian punggung untuk mengembalikan tubuh ke posisi awal.

Luruskan lengan dan lakukan peregangan pada tulang belikat sebelum mengulangi gerakan ini. Seated row dapat dipraktikkan 3-4 set dengan pengulangan 10-12 kali.

Berjalan Cepat Memengaruhi Efek Penuaan

Banyak temuan yang menunjukkan manfaat berjalan kaki bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya itu.

Berjalan kaki cepat atau juga disebut brisk walk dinilai mampu memperpanjang usia seseorang hingga 16 tahun.

Temuan ini diungkap para peneliti di University of Leicester yang meneliti sekitar 400.000 orang dewasa Inggris dari UK Biobank. Mereka menemukan kaitan antara kecepatan berjalan dan tingkat penuaan individu.

Berjalan cepat akan menghasilkan "caps" atau ukuran telomer --bagian paling ujung dari kromosom atau untaian DNA-- yang lebih panjang. Telomer ini berperan penting dalam menjaga kestabilan DNA.

Para peneliti mengukur panjang telomer untuk menghitung usia biologis peserta, yakni usia yang dilihat dari kondisi kesehatan fisik atau organ tubuh.

Hasilnya, semakin panjang ukuran telomer pada individu, maka semakin tampak muda individu itu jika dinilai dari usia biologisnya.

Bisa jadi, usia biologis individu tersebut jauh berbeda dibandingkan usia kronologisnya (usia yang ditentukan berdasarkan perhitungan kalender).

Peneliti mencatat, kecepatan berjalan yang lebih tinggi membuat individu memiliki usia biologis 16 tahun lebih muda saat memasuki usia paruh baya.

Temuan yang menarik adalah, berjalan cepat saja --tanpa melihat intensitas aktivitas fisik seseorang-- dapat menciptakan ukuran telomer yang lebih panjang.

Berjalan lebih cepat mencegah penyakit Dijelaskan para peneliti, setiap kali sel membelah, telomer menjadi lebih pendek.

Pada titik tertentu, telomer memiliki ukuran yang sangat pendek sehingga sel tidak lagi membelah. Belum diketahui hubungan antara panjang telomer dan risiko penyakit, namun peneliti mengatakan penumpukan sel-sel tua berkontribusi pada perkembangan penyakit terkait usia.

Studi terdahulu menunjukkan manfaat berjalan kaki bagi kondisi fisik, mental, dan sosial peserta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved