H-1 Lebaran Ketupat, Permintaan Kulit Ketupat Meningkat

Penjual kulit ketupat membanjiri pasar Kampung Jawa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, untuk menjajakan kulit ketupat, Minggu (8/5/2022).

TribunGorontalo.com
Heri, Pedagang kulit ketupat di kampung Jawa, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Penjual kulit ketupat membanjiri pasar Kampung Jawa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, untuk menjajakan kulit ketupat, Minggu (8/5/2022).

Ketupat merupakan makanan khas di Gorontalo, yang terbuat dari daun muda dari pohon kelapa.

Ketupat berisi beras ketan yang dimasak hingga matang.

Makanan ini menjadi primadona kala lebaran, karena dinilai lebih awet atau tidak mudah basi.

Dari Pantauan TribunGorontalo.com pada Pasar Kampung Jawa, banyak terdapat penjual kulit ketupat yang beraneka ragam jenis , dan ukuran.

Heri Tunganda (40) salah satu warga asli Gorontalo, sehari-harinya bekerja sebagai pedagang buah di Sulawesi Utara mengatakan, ia menjual kulit ketupat ini sejak sepuluh tahun terakhir.

Dia memanfaatkan momen lebaran ketupat ini, untuk menghasilkan kulit ketupat dan menjualnya di pasar-pasar yang ada di Gorontalo.

Bersama anaknya serta saudaranya, dirinya bisa menghasilkan kulit ketupat tersebut hingga mencapai lima ribu buah kulit ketupat per hari.

Kulit ketupat itu di jualnya seharga 10 ribu per / sepuluh kulit ketupat.

"Saya per harinya itu bisa memproduksi, sebanyak kurang lebih 5000 buah kulit. Nantinya itu saya jual di pasar pasar tradisional," ungkap Heri.

Baca juga: Jelang Ketupat, Masyarakat Yosonegoro Mulai Bakar Nasi Bulu

"Untuk di jual saya jualnya perikat yang mana per ikatnya berisi sepuluh kulit ketupat, dengan harga Rp. 10 ribu, harganya sama untuk semua jenis ukuran," tambahnya.

Untuk bahan pembuatan kulit ketupat, Heri mendapatkannya dari kebun kelapanya sendiri.

Menurutnya, pembuatan kulit ketupat itu  hanya membutuhkan satu menit untuk satu buah ketupat.

Ia mengungkapkan, dalam sehari ia dapat menjual ribuan kulit ketupat.

Selagi menunggu pembeli, ia menyempatkan diri membuat kulit ketupat itu di tempat dagangnya.

"Ya pembeli beda-beda juga, ada yang memesan 400, ada yang seribu buah. Adapun hanya sepuluh sampai 20 ketupat," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved