Jumat, 13 Maret 2026

FBI dan Fiji Sita Kapal Pesiar Mewah Milik Oligarki Rusia

Departemen Kehakiman AS mengatakan, pihak berwenang Fiji telah menyita kapal pesiar senilai 300 juta dolar AS milik oligarki Rusia Suleiman Kerimov.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto FBI dan Fiji Sita Kapal Pesiar Mewah Milik Oligarki Rusia
tribunnews
Kapal pesiar milik oligarki Rusia 

TRIBUNGORONTALO.COM, Suva - Departemen Kehakiman AS mengatakan, pihak berwenang Fiji telah menyita kapal pesiar senilai 300 juta dolar AS milik oligarki Rusia Suleiman Kerimov, atas permintaan Amerika Serikat.

Penyitaan yang diumumkan pada Kamis (5/5/2022) kemarin, merupakan langkah terbaru AS serta sekutunya untuk meningkatkan tekanan kepada Rusia, setelah serangan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina sejak Februari lalu.

Sebuah pengadilan di Fiji memutuskan pada Selasa (3/5/2022) lalu, AS dapat menyita kapal pesiar milik oligarki Rusia, beberapa minggu setelah tiba dan disita oleh polisi.

Jaksa Agung AS, Merrick B Garland mengatakan Departemen Kehakiman AS terus berupaya untuk meminta pertanggungjawaban oligarki Rusia yang dinilai ikut memfasilitasi serangan Rusia ke Ukraina.

“Departemen Kehakiman akan tanpa henti dalam upaya kami untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang memfasilitasi kematian dan kehancuran yang kami saksikan di Ukraina,” kata Merrick B Garland dalam sebuah pernyataan, yang dikutip dari situs aljazeera.com.

Departemen Kehakiman mengatakan, Kerimov masuk ke dalam daftar Departemen Keuangan AS sebagai oligarki Rusia yang mengambil keuntungan dari pemerintah Rusia, melalui korupsi dan aktivitas kejahatan lainnya.

Kerimov dijatuhi sanksi oleh AS pada tahun 2014 dan 2018, sebagai tanggapan atas tidakan Rusia di Suriah dan Ukraina. Dia juga telah menerima sanksi dari Uni Eropa.

Pihak berwenang di berbagai negara telah menunjukan usahanya untuk menyita aset mewah milik oligarki Rusia, dari mulai kapal pesiar hingga villa mewah, sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Pada Maret lalu, Departemen Kehakiman AS meluncurkan gugus tugas Klepto Capture yang secara khusus akan bergerak untuk menyita kapal pesiar dan aset mewah lainnya milik oligarki Rusia.

Hal ini dapat menempatkan keuangan oligarki Rusia di bawah tekanan dan sebagai upaya untuk menekan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Awal bulan lalu, AS telah menyita kapal pesiar milik miliarder dan sekutu dekat Putin, Viktor Vekselberg. Kapal pesiar milik Vekselberg yang memiliki panjang 254 kaki ini disita di Spanyol.

Vekselberg merupakan kepala Renova Group yang berbasis di Moskow, sebuah perusahaan yang bergerak di bisnis logam, pertambangan, teknologi dan aset lainnya.

FBI dan Kepolisian Fiji Usut Kepemilikan Kapal

Pihak kepolisian Fiji dan agen Biro Investigasi Federal (FBI) menyita kapal pesiar "Amadea" di sebuah dermaga pada Kamis (5/5/2022), dua hari setelah pengadilan Fiji mengeluarkan surat perintah dari Amerika Serikat atas dugaan pencucian uang.

Pengadilan Tinggi Fiji pada Jumat (06/05) akan memutuskan apakah superyacht senilai 300 juta dolar (Rp 4,3 triliun) itu bisa dipindahkan dari Fiji setelah pengacara pembela mengajukan banding atas penyitaan tersebut.

FBI mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis yang dilampirkan pada surat perintah penyitaan AS bahwa pihak berwenang Fiji telah menemukan dokumen di Amadea yang menunjukkan pelanggaran hukum AS di mana Kerimov dikenai sanksi pada 2018.

"Ada alasan untuk percaya Kerimov dan mereka yang bertindak atas namanya dan untuk keuntungannya menyebabkan transaksi dolar AS untuk pengoperasian dan pemeliharaan Amadea dikirim melalui lembaga keuangan AS, setelah beberapa waktu Kerimov ditunjuk oleh Departemen Keuangan,” kata FBI.

Kapal tersebut menelan biaya operasional sebesar $25 juta hingga $30 juta (Rp362 hingga 435 miliar), katanya.

Pengacara untuk pemilik terdaftar superyacht, perusahaan Kepulauan Cayman Milemarin Investments, telah membantah bahwa pemiliknya Kerimov. Pengacara kapal, Feizal Haniff, menolak berkomentar kepada Reuters, Jumat (06/05).

AS menuduh Kerimov telah secara menguntungkan memiliki Amadea sejak Agustus 2021, tetapi bukti untuk klaim ini telah disunting dalam surat perintah. FBI menyebut kapal pesiar Amadea mencoba menghindari kepolisian setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina.

"Amadea mematikan sistem informasi otomatis (AIS) pada 24 Februari 2022, segera setelah dimulai invasi Rusia ke Ukraina,” kata FBI.

AS targetkan oligarki Rusia jalani proses hukum

Dokumen kapal menunjukkan tujuan berikutnya adalah Filipina, tetapi FBI yakin kapal itu menuju ke pelabuhan Vladivostok di Pasifik Rusia.

Banyak oligarki Rusia telah berusaha untuk memindahkan yacht mereka ke Rusia untuk menghindari sanksi AS sejak Maret 2022, kata FBI.

Gugus Tugas KleptoCapture dari Departemen Kehakiman AS fokus pada penyitaan kapal pesiar dan aset mewah lainnya untuk menempatkan keuangan oligarki Rusia di bawah tekanan sebagai upapa menekan Presiden Rusia Vladimir Putin atas perang di Ukraina.

Direktur FBI Christopher Wray mengomentari penyitaan Amadea di Fiji, "FBI bersama dengan mitra internasional kami, akan terus mencari orang-orang yang berkontribusi pada kemajuan kegiatan Rusia dan memastikan mereka dibawa ke pengadilan, di mana pun atau bagaimana pun mereka berusaha bersembunyi,” tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fiji Sita Kapal Pesiar Mewah Milik Oligarki Rusia Senilai 300 Juta Dolar AS

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved