Rabu, 4 Maret 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Bantu Ukraina: AS Pasok Radar Anti-Pesawat hingga Rudal Anti-Tank

Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dapat disimak di sini. Militer AS telah mengirimkan senjata untuk Ukraina.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Bantu Ukraina: AS Pasok Radar Anti-Pesawat hingga Rudal Anti-Tank
tribunnews/US ARMY/WIKIPEDIACOMMON
Tentara AS sedang menembakkan rudal antitank Javelin yang diproduksi Raytheon. Ada 5.000 unit rudal jenis ini telah dikirimkan AS ke medan tempur Ukraina. 

Tanggal 9 Mei diperingati sebagai Hari Kemenangan bagi Rusia.

Di hari ini, Rusia menandai peristiwa menyerahnya Nazi Jerman kepada Uni Soviet pada akhir Perang Dunia Kedua, yang dikenal di Uni Soviet dengan sebutan Perang Patriotik Raya.

Menurut laporan CNN, para pejabat Barat percaya Putin akan memanfaatkan hari bersejarah itu untuk mengumumkan pencapaian militer di Ukraina hingga eskalasi konflik.

Menurut skenario Barat, Putin akan secara resmi menyatakan perang terhadap Ukraina pada 9 Mei.

"Saya pikir dia akan mencoba untuk pindah dari 'operasi khusus'," kata Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace kepada Radio LBC pekan lalu.

"Dia telah menggelindingkan lapangan, meletakkan dasar untuk bisa mengatakan 'lihat, ini sekarang perang melawan Nazi, dan yang saya butuhkan adalah lebih banyak orang. Saya membutuhkan lebih banyak umpan meriam Rusia.'"

Menurutnya, Putin sejak awal telah membingkai invasinya ke Ukraina sebagai kampanye denazifikasi.

Deklarasi perang resmi pada 9 Mei berpotensi meningkatkan dukungan publik untuk invasi.

Menurut hukum Rusia, Putin bisa memobilisasi pasukan cadangan dan wajib militer setelah deklarasi tersebut.

4. Ini Sikap dan Pujian Presiden Ukraina Volodymir Zelensky ke Batalyon Neo Nazi Azov

Pada 7 April 2022, ketika Presiden Ukraina Volodymir Zelensky berpidato di parlemen Yunani, dua militan Yunani dari batalyon neo-Nazi Azov juga menyampaikan pidato di forum yang sama.

Peristiwa ini memicu kecaman serius di negara itu. Semua partai politik bersatu mengutuk kelompok neo-Nazi Ukraina. Pemerintah Yunani kemudian menyatakan penampilan kedua aktivis iru sebagai kesalahan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada jaringan ERT Yunani, dia berterima kasih kepada batalyon neo-Nazi Azov dan sukarelawan lainnya, siapa pun mereka. Dia juga menegaskan keyakinannya hampir tidak ada seruan radikalisme di Ukraina.

Dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (1/4/2022) dikutip Sputniknews, Zelensky ditanya tentang sikapnya terhadap batalion Azov sehubungan atas kemarahan publik Yunani beberapa waktu lalu.

Presiden Ukraina, yang berbicara dalam bahasa Ukraina dan Inggris selama wawancara, mengatakan pada 2014, sukarelawan dari berbagai bagian negara bersatu membela Ukraina Sebab negara itu tidak memiliki tentara "kuat" seperti hari ini.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved