Konflik Rusia Vs Ukraina

Tentara Bayaran dari 63 Negara Tiba di Ukraina

Diperkirakan ada 6.824 tentara bayaran asing dari 63 negara telah datang ke Ukraina untuk memperjuangkan pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky.

Editor: lodie tombeg
AP PHOTO/ALEXEI ALEXANDROV/kompas.com
Prajurit milisi Republik Rakyat Donetsk berjalan melewati bangunan apartemen yang rusak di dekat Pabrik Metalurgi Illich Iron & Steel Works, perusahaan metalurgi terbesar kedua di Ukraina, di daerah yang dikendalikan oleh pasukan separatis yang didukung Rusia di Mariupol, Ukraina, Sabtu, 16 April 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Diperkirakan ada 6.824 tentara bayaran asing dari 63 negara telah datang ke Ukraina untuk memperjuangkan pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky.

Demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu (17/4/2022). Menurut klaim Rusia, dari jumlah tersebut, 1.035 orang di antaranya telah ditumpas dan 400 orang lainnya masih berada di Kota Mariupol, di mana pasukan nasionalis, termasuk pejuang neo-Nazi, telah menolak untuk menyerah.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut pasukan asing milik Ukraina paling banyak datang dari Polandia, yakni berjumlah 1.717 orang.

Sementara, sekitar 1.500 orang disebut datang dari Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Rumania; 300 orang masing-masing datang dari Inggris dan Georgia; dan 193 personel tiba dari wilayah Suriah yang dikuasai Turki.

Dilansir dari Russia Today (RT), angka-angka ini diumumkan oleh Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov pada Minggu.

Menurut dia, 1.035 tentara bayaran asing telah dibunuh oleh pasukan Rusia dan 912 tentara melarikan diri dari Ukraina, meninggalkan 4.877 orang yang aktif di kota-kota Kyiv, Kharkov, Odessa, Nikolaev, dan Mariupol.

“Sekitar 400 dari pejuang asing ini tetap bergabung dengan batalyon nasionalis Ukraina di kota pelabuhan Mariupol yang terkepung,” kata Konashenkov.

Dengan sebagian besar kota Mariupol di bawah kendali Rusia, pasukan ini disebut telah bersembunyi di pabrik metalurgi Azovstal yang luas, sebuah kompleks pabrik raksasa yang dibangun Soviet yang tersebar di 11 km persegi lahan.

“Sebagian besar dari mereka adalah warga negara-negara Eropa, serta Kanada,” kata Konashenkov. Dia menambahkan bahwa pasukan Rusia telah mencegat komunikasi radio dari pabrik dalam enam bahasa asing.

Militer Rusia dilaporkan telah menawarkan kepada para pasukan dan pembela Ukraina yang tersisa di Azovstal kesempatan terakhir untuk meletakkan senjata dan menyerah pada Minggu pagi waktu setempat. Rusia menjanjikan bahwa semua orang yang meletakkan senjata akan dijamin keselamatan hidupnya.

Tapi, menurut pihak Rusia, tidak ada penyerahan yang terjadi, dan dentuman senjata berat terdengar di dekat pabrik pada Minggu sore waktu setempat. “Jika terjadi perlawanan lebih lanjut, semuanya akan dihancurkan,” kata Konashenkov.

"Biarkan saya mengingatkan Anda bahwa tentara bayaran asing tidak memiliki status 'pejuang' di bawah Hukum Humaniter Internasional," kata Konashenkov. “Mereka datang ke Ukraina untuk mendapatkan uang dengan membunuh Slavia.

Oleh karena itu, yang terbaik yang menunggu mereka adalah pertanggungjawaban pidana dan hukuman penjara yang lama,” tambah dia.

Dalam beberapa hari setelah serangan militer Rusia di Ukraina, pemerintah Kyiv menjanjikan masuk bebas visa bagi orang asing yang bersedia mengangkat senjata melawan pasukan Moskwa.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved