Konflik Rusia Vs Ukraina
Tentara Bayaran dari 63 Negara Tiba di Ukraina
Diperkirakan ada 6.824 tentara bayaran asing dari 63 negara telah datang ke Ukraina untuk memperjuangkan pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky.
Namun, perekrutan sukarelawan asing tersebut dilaporkan telah dipersempit pada Maret, yakni hanya diperuntukkan bagi yang memiliki pengalaman militer, dan berhenti sepenuhnya pada awal April.
Tentara Ukraina di Mariupol Tolak Ultimatum Rusia untuk Menyerah
Kementerian Pertahanan Moskwa mengonfirmasi pada Minggu (17/4/2022) bahwa ultimatum Rusia agar tentara Ukraina di Mariupol menyerah, telah ditolak. Tentara Ukraina di Mariupol disebut masih melawan serangan bertubi-tubi di bagian kota tenggara yang hancur itu.
Dalam sebuah pernyataan, dikatakan bahwa tentara Ukraina yang terkepung di pabrik Azovstal, mendapat tawaran untuk meletakkan senjata secara sukarela dan menyerah demi menyelamatkan hidup mereka.
"Namun, rezim nasionalis Kiev, menurut penyadapan radio, menolak negosiasi tentang penyerahan diri," klaim Kementerian Ukraina sebagaimana dilansir CNN pada Minggu (17/4/2022).
Ia juga menegaskan bahwa menurut tentara Ukraina yang sebelumnya menyerah ada sekitar 400 tentara bayaran asing yang bergabung dengan pasukan Ukraina terjebak di pabrik, termasuk orang Eropa dan Kanada.
"Jika terjadi perlawanan lebih lanjut, semuanya akan dilenyapkan (oleh Rusia)," katanya. Minggu (17/4/2022) pagi, seorang penasihat Wali Kota Mariupol menolak ultimatum Rusia.
Petro Andriushchenko mengatakan di Telegram bahwa "mulai hari ini, para pembela kami terus mempertahankan pertahanan."
Mariupol telah dikepung selama lebih dari sebulan, dengan banyak korban dan sebagian besar kota dihancurkan oleh penembakan.
Bangunan sipil telah menjadi sasaran termasuk rumah sakit bersalin dan teater, tempat hingga 1.300 orang mencari perlindungan. Gubernur militer wilayah Donetsk Ukraina, di mana Mariupol berada, mengatakan pada Selasa (12/4/2022) hingga 22.000 orang mungkin tewas di kota itu.
CNN dalam laporannya tidak dapat memverifikasi angka-angka ini, karena tidak ada angka korban independen dari pertempuran di kota yang tersedia.
Meskipun banyak yang telah melarikan diri, diperkirakan 100.000 orang masih tetap berada di Mariupol dan sekitarnya, yang dilaporkan sebagian besar berada di bawah kendali Rusia.
Perlawanan di Mariupol Beberapa pasukan Ukraina juga diblokade di kota itu. Mereka bertahan melawan serangan gencar Rusia meskipun ada rintang besar. Tetapi mereka terbatas dalam kantong-kantong perlawanan, dan jumlahnya tidak jelas.
Menurut media pemerintah Rusia, sebagian besar pembela Ukraina berlokasi di pabrik baja Azovstal, salah satu pabrik terbesar di Eropa dengan jaringan rel dan tungku pelebur besi. Menurut Andriushchenko, perlawanan terhadap Rusia berlanjut di luar pabrik ini.
"Meskipun keinginan penjajah untuk menunjukkan bahwa tempat permusuhan terbatas pada Pabrik Baja Azovstal, ini tidak sesuai dengan kenyataan," kata Andriushchenko. "Tadi malam ada perkelahian di Jalan Taganrog yang terletak lima kilometer dari Azovstal."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/190422-prajurit.jpg)