Bentrokan Terkait Pembakaran Al Quran, Polisi Tangkap 26 Orang
Dunia kembali dikejutkan dengan sikap kelompok sayap kanan untuk membakar Al Quran. Kepolisian Swedia telah menangkap 26 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/190422-Rasmus-Paludan.jpg)
Pemimpin Partai Sayap Kanan Swedia Bakar Al Quran
Pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras) Rasmus Paludan membakar salinan Al Quran pada Kamis (14/4/2022) di daerah berpenduduk muslim di Swedia.
Dilansir dari Anadolu Agency, Stram Kurs adalah partai berhaluan sayap kanan garis keras di Swedia. Pada Kamis, Paludan yang didampingi polisi mendatangi ruang publik terbuka di Linkoping lalu meletakkan Al Quran.
Setelah itu, dia membakarnya sambil mengabaikan protes dari massa yang berjumlah sekitar 200 orang. Massa tidak terima dan mendesak polisi untuk tidak membiarkan Paludan melakukan tindakannya.
Setelah polisi mengabaikan seruan tersebut, insiden pecah dan kelompok massa tersebut menutup jalan dan melempari polisi dengan batu.
Semenetara itu, seorang politikus bernama Mikail Yuksel mengatakan bahwa provokasi Islamofobia dari politikus anti-Islam di bawah perlindungan polisi terus berlanjut di kota-kota di seluruh Swedia.
Yuksel mengatakan, Paludan secara khusus memilih lingkungan yang padat penduduk muslim dan tempat-tempat dekat masjid untuk melakukan provokasi.
“Di Swedia, yang membela hak asasi manusia, kebebasan beragama dan hati nurani dengan nada tertinggi, Al Quran dibakar di lingkungan muslim di bawah perlindungan polisi,” kata Yuksel.
Dia menambahkan bahwa polisi juga menyerukan umat Islam untuk menggunakan akal sehat karena kitab suci mereka dibakar tepat di depan mata mereka.
Tak lama setelah pembakaran Al Quran oleh Paludan, kerusuhan pecah di sejumlah wilayah di Swedia selatan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Swedia Tangkap 26 Orang Setelah Bentrokan Terkait Pembakaran Al Quran"