Minggu, 15 Maret 2026

Indonesia-Arab Saudi Kecam Penyerangan Jemaah di Masjid Al-Aqsa, Begini Tanggapan PM Israel

Sejumlah negara termasuk Indonesia dan Arab Saudi pada Jumat (15/4/2022), mengutuk dan mengecam pasukan Israel.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Indonesia-Arab Saudi Kecam Penyerangan Jemaah di Masjid Al-Aqsa, Begini Tanggapan PM Israel
kompas.com
PM Israel Naftali Bennet 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sejumlah negara termasuk Indonesia dan Arab Saudi pada Jumat (15/4/2022), mengutuk dan mengecam pasukan Israel karena menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, menutup gerbangnya, dan menyerang jemaah yang tidak bersenjata di dalam masjid dan di halaman luarnya.

Lebih dari 150 warga Palestina dilaporkan terluka dalam bentrokan dengan polisi antihuru-hara yang terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat pagi waktu setempat.

Dilansir dari Arab News, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menganggap eskalasi sistematis ini sebagai serangan terang-terangan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa dan signifikansinya bagi bangsa Islam.

Selain itu, Kementerian menganggap insiden itu sebagai pelanggaran terhadap resolusi dan perjanjian internasional yang relevan.

“Kerajaan meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dalam meminta pasukan pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas akibat dari kejahatan dan pelanggaran yang sedang berlangsung ini terhadap orang-orang Palestina yang tidak berdaya, tanah mereka, dan tempat-tempat suci mereka, dan tentang peluang untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.

Meningkatnya kekerasan baru-baru ini, termasuk beberapa serangan Palestina terhadap warga sipil Israel, telah meningkatkan kekhawatiran akan bentrokan baru antara warga Palestina dan Israel.

Tahun lalu, selama Ramadhan juga, kekerasan serupa sempat pecah dan memicu konflik terbesar dalam beberapa tahun antara Hamas dan Israel.

Perang 11 hari itu berakhir setelah intervensi oleh mediator, termasuk Mesir, Yordania, dan AS. Ketegangan yang meningkat tahun ini sebagian disebabkan oleh Ramadhan yang bertepatan dengan perayaan Paskah Yahudi.

Dilansir dari Reuters, dalam sebuah pernyataan, Kepolisian Israel mengatakan bahwa ratusan warga Palestina melemparkan petasan dan batu ke arah pasukan mereka dan menuju area ibadah Yahudi di Tembok Barat di Kota Tua setelah shalat subuh.

Polisi Israel lantas memasuki kompleks Al-Aqsa untuk membubarkan kerumunan dan memungkinkan jemaah lainnya meninggalkan tempat itu dengan "aman".

Kepolisian Israel menambahkan bahwa tiga petugas terluka dalam bentrokan tersebut. Sementara itu, melalui Twitter, Juru Bicara PM Israel Naftali Bennett menuturkan bahwa polisi Israel juga menahan ratusan warga Palestina.

"Kami sedang bekerja untuk memulihkan ketenangan, di Temple Mount (Al-Aqsa) dan di seluruh Israel. Di samping itu, kami sedang mempersiapkan skenario apa pun dan pasukan keamanan siap untuk tugas apa pun," kata Bennett.

Kementerian Luar Negeri Palestina, mengacu pada kekerasan di kompleks suci itu, mengatakan bahwa pihaknya menuntut Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan tersebut.

Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh, meminta komunitas internasional untuk segera turun tangan guna menghentikan agresi Israel terhadap masjid Al-Aqsa dan mencegah hal-hal di luar kendali.

Sementra itu, Yordania mengutuk serangan polisi Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsha sebagai pelanggaran mencolok.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved