Hukum Puasa Melihat Aurat Wanita Bukan Muhrim

Banyak di antara kita, kurang pengetahuan mengenai apa saja perbuatan sia-sia yang dapat menghilangkan pahala atau bahkan membatalkan puasa.

Editor: Fajri A. Kidjab
Youtube.com/AL-BahjahTV
KH Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri atau Buya Yahya. (YOUTUBE/AL-BAHJAH TV) 

TRIBUNGORONTALO.COM - Saat menjalankan puasa Ramadhan, ada baiknya kita juga memahami beberapa larangannya.

Larangan-larangan tersebut bisa membatalkan puasa atau mengurangi pahala.

Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersada:

“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, akan tetapi puasa adalah menahan dari perbuatan sia-sia dan perkataan jorok,” (HR. Hakim).

Banyak di antara kita, kurang pengetahuan mengenai apa saja perbuatan sia-sia yang dapat menghilangkan pahala atau bahkan membatalkan puasa.

Aurat adalah bagian dari tubuh manusia yang wajib ditutupi dari pandangan orang lain dengan pakaian.

Menampakkan aurat bagi umat muslim dianggap melanggar hukum syariat Islam.

Lantas, bagaimana puasanya seseorang yang memperlihatkan aurat atau melihat aurat orang lain?

Ketentuan Hukum

Menurut Buhya Yahya ada tiga ketentuan hukum terkait hal tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved