Kultum Ramadan 2025

Kultum Ramadan: Ananda Saliko Ramadan Bukan Hanya Menahan Lapar, tapi Buat Nge-hype Diri

Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus tapi juga kesempatan buat nge-hype diri kita lebih baik. Kualitas ibadah bukan hanya ikut-ikutan saja

Editor: Minarti Mansombo
Thumbnail YouTube TribunGorontalo.com
KULTUM RAMADAN--Dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan, mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Ananda Saliko menyampaikan kultum dengan tajuk "Ramadan penuh berkah". Jumat (28/3/2025). Foto (Thumbnail YouTube TribunGorontalo.com) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo--Dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan, mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo,   Ananda Saliko  menyampaikan kultum dengan tajuk "Ramadan penuh berkah".

Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.

Program tersebut tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita, Jumat (28/3/2025).

Dalam sambutannya, Ananda menyampaikan bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus tapi juga kesempatan buat nge-hype diri kita lebih baik. 

Baca juga: Setelah Puluhan Tahun, Warga Pilolodaa Puncak Gorontalo Akhirnya Nikmati Listrik PLN

"Gak cuma soal pamer followers atau pamer posts yang lagi trending, tapi lebih dalam lagi, yaitu nge-hype diri dengan kualitas ibadah, akhlak, dan kepedulian kita ke sesama," ungkapnya.

Ia mengatakan menambahkan kualitas ibadah bukan hanya ikut-ikutan saja tapi benar-benar mengupgrade dirim

"So, gimana cara kita ngedapetin semua itu? Gak cuma ikut-ikutan doang, tapi bener-bener nge-upgrade diri," jelasnya.

Ia mengatakan salah satu hal yang sering kita temui, baik di chat grup atau di timeline sosial media, adalah kebiasaan nge-ghibah atau nyinyir orang lain.

Baca juga: Gempa Mengguncang Myanmar 144 Orang Dinyatakan Tewas dan USGS Sebut Korban Lebih dari 10.000 Orang

"Mungkin sering banget kita ngeliat komentar-komentar yang kadang gak penting, atau bahkan di dalam hati kita, suka banget nge-judge orang cuma karena sesuatu yang keliatan di luar," terangnya.

Tapi menurutnya Ramadan mengajarkan untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata.

"Tapi Ramadan itu ngajarin kita buat lebih hati-hati dalam bicara," katanya.

Rasulullah Saw. Menyebutkan betapa banyaknya orang yang berpuasa, tetapi puasanya itu sia sia saja, dalam hadis nya yang berbunyi;

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش

Artinya:

Berapa banyak orang yang berpuasa, mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, selain lapar dan dahaga saja”. (HR. An-Nasa’i).

Ia mengingatkan sebelum mengomentari atau membicarakan sesuatu perlu untuk bertanya ke diri sendiri terlebih dahulu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved