Jumat, 6 Maret 2026

Tragedi Bucha

Setelah Jurnalis AS, Dubes Rusia Untuk AS Tuding Rezim Kiev Lakukan Propaganda

Menurut pihak Rusia, penembakan pada warga sipil dan kehancuran kota justru disebabkan tentara Ukraina sendir

Tayang:
zoom-inlihat foto Setelah Jurnalis AS, Dubes Rusia Untuk AS Tuding Rezim Kiev Lakukan Propaganda
bbc/kompas.com
Operasi militer Rusia di Ukraina. 

Hal ini senada disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Minggu, (3/4/2022) bahwa Angkatan Bersenjata Rusia telah meninggalkan Bucha, yang terletak di wilayah Kiev, pada 30 Maret.

Sementara bukti kejahatan muncul baru empat hari kemudian, setelah petugas Dinas Keamanan Ukraina tiba di kota itu.

"Saya ingin menunjukkan bahwa pasukan Rusia meninggalkan Bucha pada 30 Maret. Pihak berwenang Ukraina tetap diam selama ini, dan sekarang mereka tiba-tiba memposting rekaman sensasional untuk menodai citra Rusia dan ini membuat Rusia harus mempertahankan diri," kata Antonov.

Ia menjelaskan, pihaknya penuh menekankan penuh tanggung jawab, bahwa tidak ada satu pun warga sipil yang menderita akibat kekerasan, ketika kota itu dikendalikan oleh Angkatan Bersenjata Rusia.

"Sebaliknya, pasukan kami mengirimkan 452 ton bantuan kemanusiaan untuk warga sipil," ujarnya.

Menurut pihak Rusia, tentara Ukraina justru melakukan penembakan dan menghancurkan kotanya sendiri.

Dikatakan, Ukraina sengaja ingin menjatuhkan kesalahan ke pihak Rusia.

Sementara itu, fakta bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina menembaki kota Bucha tepat setelah pasukan Rusia pergi sengaja diabaikan di AS.

"Inilah yang bisa menyebabkan korban sipil. Yang mengatakan, rezim Kiev jelas berusaha menyalahkan kekejamannya di Rusia," pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved