Konflik Rusia vs Ukraina
Wali Kota Motyzhyn dan Keluarga Tewas dengan Tangan Terikat
Warga sipil yang menjadi korban invasi Rusia ke Ukraina terus bertambah. Otoritas Ukraina menemukan jasad lima warga sipil.
2. Ratusan mayat di Bucha AFP melihat sedikitnya 20 mayat berserakan di satu jalan di Bucha. Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova mengatakan, 410 mayat sipil ditemukan dari daerah sekitar Kyiv yang baru-baru ini direbut kembali dari pasukan Rusia.
Wali Kota Bucha Anatoly Fedoruk mengatakan, 280 mayat dimakamkan di kuburan massal selama pertempuran.
Mayat lima pria lainnya ditemukan di ruang bawah tanah sebuah resor kesehatan anak-anak di Bucha, kata kantor Jaksa Agung.
3. Bantahan Rusia Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Kremlin menyangkal pasukan Rusia membunuh warga sipil, mengeklaim bahwa gambar mayat di Bucha adalah palsu yang diproduksi oleh radikal Ukraina.
"Kami dengan tegas menolak semua tuduhan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Moskwa lalu menyerukan pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi tersebut.
4. Serangan besar akan datang di Timur Pasukan Rusia sedang mempersiapkan serangan besar di wilayah Luhansk di Ukraina timur, kata gubernur setempat Sergiy Gaiday di Telegram.
"Kami melihat bahwa peralatan datang dari arah yang berbeda, mereka membawa tenaga kerja, mereka membawa bahan bakar," katanya, seraya menambahkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan terobosan besar skala penuh.
Seorang pejabat senior Pentagon mengatakan, Rusia telah menarik sekitar dua pertiga dari pasukannya di sekitar Kyiv, sebagian besar dikirim kembali ke Belarus dengan rencana untuk ditempatkan kembali di tempat lain di Ukraina.
5. Mariupol hancur Kota pelabuhan Mariupol di tenggara 90 persen hancur setelah dikepung oleh pasukan Rusia, kata Wali Kota Vadym Boichenko, menambahkan bahwa 40 persen tidak dapat dipulihkan. Sekitar 130.000 orang masih terjebak di kota itu, yang terus dihantam oleh pemboman Rusia, katanya.
Kerusakan terlihat di gedung-gedung apartemen setelah penembakan dari pertempuran di pinggiran Mariupol, Ukraina, di wilayah di bawah kendali pemerintah separatis Republik Rakyat Donetsk, pada Selasa, 29 Maret 2022.
6. Lebih banyak sanksi Uni Eropa Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan, blok itu segera membahas babak baru sanksi terhadap Rusia atas kekejaman yang dilaporkan di Bucha dan kota-kota Ukraina lainnya yang diduduki oleh pasukan Rusia.
Presiden Perancis Emmanuel Macron berujar, mereka dapat menargetkan sektor minyak dan batu bara Rusia, sementara Jerman memperingatkan bahwa pemutusan pasokan gas Rusia ke Eropa belum dimungkinkan, meskipun ada seruan untuk melakukannya.
7. Diplomat diusir Jerman dan Perancis mengusir puluhan diplomat Rusia setelah invasi Moskwa ke Ukraina. Lituania yang merupakan negara pecahan Uni Soviet juga mengusir duta besar Rusia untuk Vilnius atas pembantaian mengerikan di Bucha dan kekejaman di kota-kota lain yang diduduki Ukraina. Moskwa bersumpah untuk membalas.
8. Jerman mengontrol anak perusahaan Gazprom Perusahaan gas asal Rusia, Gazprom, mempunyai peran mendalam ke dunia sepak bola Eropa antara lain lewat sponsorship ke Liga Champions.