Konflik Rusia vs Ukraina

Wali Kota Motyzhyn dan Keluarga Tewas dengan Tangan Terikat

Warga sipil yang menjadi korban invasi Rusia ke Ukraina terus bertambah. Otoritas Ukraina menemukan jasad lima warga sipil.

Editor: Lodie Tombeg
AP PHOTO/EFREM LUKATSKY
Para jurnalis berdiri di sisi kuburan massal warga dan wali kota bersama keluarganya di Motyzhyn, dekat Kyiv, Senin (4/4/2022). Jenazah mereka ditemukan dengan tangan diikat ke belakang. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Warga sipil yang menjadi korban invasi Rusia ke Ukraina terus bertambah. Otoritas Ukraina menemukan jasad lima warga sipil dengan tangan terikat di sebuah desa di sebelah barat Kiev, termasuk mayat wali kota, suami dan putranya.

Polisi menunjukkan empat jenazah itu kepada wartawan AFP, termasuk jasad wali kota yang setengah terkubur di kuburan hutan pinus dekat rumahnya di Kota Motyzhyn. Adapun jenazah kelima ditemukan di sumur kecil di taman.

Para korban tewas tersebut termasuk dua pria yang bukan bagian dari keluarga wali kota, tangan mereka diikat ke belakang. Wali kota bernama Olga Sukhenko (50), suami, dan putra mereka, diculik oleh pasukan Rusia pada 24 Maret, kata polisi.

Warga mengatakan, wali kota dan suaminya menolak bekerja sama dengan pasukan invasi Rusia. Sebelumnya pada 11 Maret, Wali Kota Melitopol di Ukraina selatan diculik oleh pasukan Rusia tetapi dibebaskan setelah beberapa hari.

Di Bucha, kota yang terletak sekitar 30 kilometer di utara Motyzhyn, mayat warga sipil ditemukan bergelimpangan di jalan-jalan dan di kuburan massal yang memicu tuduhan kejahatan perang.


410 Mayat di Bucha, Mariupol Hancur

Hari ke-40 invasi Rusia ke Ukraina pada Senin (4/4/2022) diwarnai dengan ratusan mayat bergelimpangan di Bucha dan hancurnya Mariupol.

Sementara itu, Gubernur Luhansk memprediksi serangan besar Rusia akan datang di Ukraina timur, dan jumlah pengungsi Ukraina kini mencapai 4,2 juta orang.

Dikutip dari AFP, berikut adalah rangkuman hari ke-40 Rusia invasi Ukraina:

1. Pengadilan kejahatan perang Seorang pria mencari makanan di Bucha, barat laut Kiev, pada Sabtu (2/4/2022), di mana wali kota mengatakan 280 orang telah dikuburkan di kuburan massal dan kota itu dipenuhi dengan mayat.

Ukraina telah mendapatkan kembali kendali atas seluruh wilayah Kiev setelah invasi pasukan Rusia mundur dari beberapa kota penting dekat ibu kota Ukraina, kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina hari ini.

Penemuan mayat yang berserakan di jalan-jalan kota Bucha di Ukraina setelah penarikan pasukan Rusia memicu kemarahan global.

Presiden AS Joe Biden menyerukan pengadilan kejahatan perang dan lebih banyak sanksi terhadap Rusia.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, Uni Eropa siap mengirim tim penyelidik untuk mengumpulkan bukti kemungkinan kejahatan perang setelah penemuan itu.

Pada kunjungan ke kota itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut pembunuhan tersebut sebagai "genosida", istilah yang sama disuarakan oleh Perdana Menteri Polandia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved