Tradisi Ramadhan: Orang Mesir Ramai-ramai Nyalakan Fanous

Tradisi menyambut Ramadhan beragam di berbagai negara. Setiap negara memiliki tradisi puasa yang unik dengan perayaan.

Editor: Lodie Tombeg
AP PHOTO/MOHAMMAD ZAATARI
Seorang wanita berbelanja dekorasi untuk persiapan menyambut bulan suci Ramadhan mendatang, di kota pelabuhan selatan Sidon, Lebanon, Senin, 28 Maret 2022. 

Ada juga nasi lemak, laksa, ayam percik, nasi ayam, sate dan popiah. Terkadang, itu juga disajikan sebagai hidangan buka puasa saat berjamaah di masjid.

Setelah berbuka puasa dengan kurma dan air putih, orang-orang di “Negeri Jiran” juga menikmati minuman air tebu, susu kedelai dicampur dengan cincau.

Mesir

Di Mesir, ada tradisi Ramadhan di mana penduduk setempat akan menghiasi rumah mereka dengan fanous, yang juga dikenal sebagai 'lentera' dalam bahasa Arab.

Lampion ini juga bisa dilihat di tempat-tempat umum yang biasa digunakan untuk memeriahkan suasana kemeriahan di bulan Ramadhan.

Pemandangan lampion gantung ini semakin indah setelah matahari terbenam, saat cahaya lampion menerangi jalan di mana warga akan berjalan ke masjid untuk sholat tarawih.

Sementara untuk hidangan khas Ramadhan di Mesir, warga menikmati makanan dari bebek hingga Kelinci, Rokak, Mahshi (berbagai sayuran), Keshk, dan Molokheya.

Arab Saudi

Orang-orang mengikuti tradisi puasa dari pagi hingga malam.

Warga berbuka puasa dengan kurma, kopi Arab, sup, dan kue-kue isi yang digoreng atau dipanggang. Salah satu hidangan tradisional wilayah Barat Arab Saudi yakni kombinasi sup kacang fava dan roti tamis.

Di provinsi timur, orang berbuka puasa dengan daging dan sayuran rebus yang dikenal sebagai saloona.

Bosnia Herzegovina

Orang-orang Bosnia-Herzegovina mempraktikkan tradisi Ramadhan yang unik di mana mereka akan menembakkan meriam sebelum berbuka puasa.

Yang istimewa dari itu adalah mereka tidak menggunakan meriam biasa. Misalnya, meriam di gedung Yellow Bastion dikatakan berumur ratusan tahun.

Penduduk setempat juga menikmati menonton tradisi ini sambil piknik. Deru meriam juga sering disambut dengan sorak-sorai.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved