Kamis, 5 Maret 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Eksistensi Oligarki Rusia dan Presiden Putin: Kini Masuk Pejabat Kremlin

Oligarki Rusia menjadi sorotan di tengah invasi militer negeri beruang merah ke Ukraina. Mereka pun tak luput dari sasaran sanksi Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Eksistensi Oligarki Rusia dan Presiden Putin: Kini Masuk Pejabat Kremlin
AFP
OLIGARKI RUSIA - (kiri ke kanan) Mikhail Fridman, Petr Aven, Moshe Kantor, Roman Abramovich. 

Invasi Rusia ke Ukraina direspons Pemerintah Inggris, Uni Eropa (UE), dan Amerika Serikat (AS) dengan sanksi berat terhadap para pengusaha super kaya yang dipandang sebagai bagian dari lingkaran dalam Presiden Vladimir Putin.

Putin sudah memperingatkan rekan-rekannya selama bertahun-tahun supaya mereka melindungi diri dari tindakan seperti itu, terutama setelah hubungan dengan AS dan negara-negara UE menyusul aneksasi Crimea pada 2014.

Namun, meskipun sebagian dari orang terdekat Putin menuruti nasihatnya dan tetap berinvestasi di Rusia, sisanya masih menyimpan uang dalam bentuk properti mewah di luar negeri dan klub sepak bola; perusahaan-perusahaan mereka juga masih terdaftar di bursa saham asing.

Sekarang mereka buru-buru berusaha mempertahankan aset di hadapan penalti ekonomi paling komprehensif yang pernah diterapkan di zaman modern.

Alisher Usmanov, total kekayaannya sekitar 17,6 triliun dollar AS.

Ia juga salah satu yang terkaya, bernilai sekitar 17,6 miliar dollar AS (Rp 253 triliun), menurut Forbes. UE menjabarkannya sebagai "pengusaha-pejabat" yang membantu sang presiden menyelesaikan masalah-masalah bisnisnya.

Usmanov lahir di Uzbekistan ketika negara itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Ia kini mengepalai USM Holdings, konglomerat besar yang terlibat di sektor pertambangan dan telekomunikasi.

Salah satu anak perusahaannya adalah jaringan seluler terbesar kedua Rusia, MegaFon. UE mengumumkan sanksi terhadap Usmanov pada 28 Februari, diikuti AS dan Inggris. Usmanov menyebut sanksi itu tidak adil dan berkata semua tuduhan terhadapnya adalah dusta.

USM Holdings tampaknya berharap dapat menghindari sanksi UE karena Usmanov hanya memiliki kurang dari 50 persen saham di sana. Ia memiliki superyacht bernama Dilbar yang sedang direparasi di Hamburg dan sekarang terancam disita.

Di Inggris, investasinya yang paling mencolok adalah properti. Ia punya dua rumah mewah, satu di London dan satu di Surrey.

Keduanya telah dibekukan oleh otoritas Inggris. Rekan bisnis Usmanov, Farhad Moshiri, adalah pemilik klub Everton, dan perusahaannya USM, Megafon, dan Yota menjadi sponsor terbesar di klub tersebut.

Everton menangguhkan kesepakatan sponsor pada Rabu (2/3/2022), dan Moshiri mundur dari dewan direktur klub. Baca juga: Rusia Mulai Rasakan Parahnya Dampak Sanksi dan Boikot atas Serangan ke Ukraina Roman Abramovich

Roman Abramovich adalah salah satu miliarder Rusia paling terkenal berkat kesuksesan klub sepak bolanya, Chelsea FC. Ia belum dikenai sanksi, kemungkinan karena ia tidak kelihatan begitu berpengaruh dibandingkan rekan-rekan Putin lainnya.

Seberapa besar pengaruhnya di Kremlin masih diperdebatkan. Beberapa menduga ia hanya bersikap toleran kepada Presiden Putin, lainnya mengatakan hubungan mereka lebih dekat dari itu.

Abramovich dengan tegas menyangkal memiliki hubungan dekat dengan Putin atau Kremlin, namun kekayaannya yang diperkirakan bernilai 12,4 miliar dolar AS (Rp 178 triliun) akan terancam bila ia dikenai sanksi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved