Kamis, 5 Maret 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Eksistensi Oligarki Rusia dan Presiden Putin: Kini Masuk Pejabat Kremlin

Oligarki Rusia menjadi sorotan di tengah invasi militer negeri beruang merah ke Ukraina. Mereka pun tak luput dari sasaran sanksi Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Eksistensi Oligarki Rusia dan Presiden Putin: Kini Masuk Pejabat Kremlin
AFP
OLIGARKI RUSIA - (kiri ke kanan) Mikhail Fridman, Petr Aven, Moshe Kantor, Roman Abramovich. 

Penerima manfaat lainnya termasuk Khodorkovsky dan Roman Abramovich, yang memperoleh kepentingan luas dalam minyak dan gas. Rusia di bawah Putin Krisis keuangan Rusia 1998 merupakan kemunduran sementara bagi oligarki.

Melonjaknya harga komoditas dan meningkatnya integrasi ekonomi Rusia ke Barat pada 2000-an mencetak puluhan taipan baru. Pada 2001, Rusia memiliki delapan miliarder dengan nilai kolektif 12,4 miliar dollar AS (Rp 178 triliun).

Sepuluh tahun kemudian, ada 101 miliarder senilai 432,7 miliar dollar AS (Rp 6,2 kuadriliun), menurut data Forbes.

Yuri Kovalchuk, teman lama dan penasihat pemimpin Rusia, adalah contoh yang memperoleh saham besar di perusahaan perbankan dan telekomunikasi melalui hubungannya dengan Putin.

Sementara Mikhail Khodorkovsky, yang saat itu menjadi orang terkaya Rusia, ditangkap pada 2003 dan dipenjarakan selama 10 tahun, karena kejahatan pajak, setelah dia mendukung saingan politik Putin.

Contoh miris lainnya adalah Boris Berezovsky, oligarki Rusia lainnya yang berkembang di bawah Yeltsin tapi kritis terhadap Putin. Dia menjual kepemilikan media Rusia-nya dan pergi ke pengasingan.

290322-Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin

Dari contoh-contoh itu , oligarki Rusia mendapat pesan. Kepentingan politik Putin dan kepentingan keuangan mereka harus menjadi satu dan sama. Para miliarder Rusia segera mengetahui bahwa kekayaan mereka bergantung pada kepatuhan kepada Putin.

Generasi baru oligarki Rusia Ketika Putin mengkonsolidasikan kekuasaan dan menegaskan kontrol negara atas lebih banyak bisnis swasta, generasi baru oligarki muncul – “silovarch.”

Istilah ini merupakan gabungan dari oligarki dan siloviki, kata Rusia untuk militer dan elit keamanan negara. Banyak silovarch mengenal Putin secara pribadi, dari masanya di KGB, atau dari bekerja di bawahnya di St Petersburg selama awal karir politiknya pasca-Soviet.

“Yang disebut silovarch adalah elit bisnis yang telah memanfaatkan jaringan mereka di FSB (Layanan Keamanan Federal Rusia) atau militer untuk mengumpulkan kekayaan pribadi yang ekstrem,” tulis Stanislav Markus, seorang profesor bisnis internasional di University of South Carolina.

“Sejak 2003, teman-teman Putin dan silovarch terus meningkat untuk mengendalikan sektor ekonomi kroni dan memegang posisi penting di cabang eksekutif.”

Silovarchs, secara tidak proporsional terwakili di dewan perusahaan negara. Mereka sering memiliki saham besar di perusahaan-perusahaan dari sektor-sektor di mana profitabilitas bergantung pada bantuan pemerintah.

Rusia menghadapi masa depan yang sulit karena Barat menghukum Rusia yang dipimpin Putin. Sampai 14 Maret 2022, setidaknya 20 diantaranya berada di bawah sanksi pribadi oleh AS dan sekutunya.

Oligarki Rusia kini telah menjual aset Rusia mereka dan memindahkan kepemilikan mereka ke Barat dengan tergesa-gesa menjauhkan diri dari Putin dan rezimnya. Banyak dari mereka yang digilas sanksi, kekayaannya anjlok saat pasar Rusia runtuh.


Daftar Crazy Rich Rusia yang Kena Sanksi Barat

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved