Minggu, 8 Maret 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Putin seperti Penjagal, PM Jepang: Penggunaan Senjata Nuklir Semakin Nyata

Perang nuklir di depan mata. Invasi Rusia ke Ukraina berpeluang menggunakan senjata terlarang itu.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Putin seperti Penjagal, PM Jepang: Penggunaan Senjata Nuklir Semakin Nyata
RAMIL SITDIKOV/kompas.com
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato pada konser yang menandai ulang tahun kedelapan pencaplokan Krimea oleh Rusia di stadion Luzhniki di Moskow pada Jumat (18/3/2022). 

Para pemimpin kekuatan industri G7 pada Kamis (24/3/2022) memperingatkan Rusia untuk tidak menggunakan senjata biologi, kimia atau nuklir dalam perangnya dengan Ukraina.

270322-peringati
Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel, kiri tengah, bersama Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, paling kanan, meletakkan karangan bunga di tugu peringatan para korban bom atom di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima di Hiroshima, Jepang, Sabtu, 26 Maret 2022.

Biden: Putin seperti Tukang Jagal, Tidak Boleh Tetap Berkuasa

Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Sabtu (26/3/2022) menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin tidak boleh terus berkuasa. Komentar Biden itu diucapkan saat kunjungannya ke Polandia, sehari setelah menyamakan Putin seperti tukang jagal.

Dalam pidato utama yang disampaikan di Istana Kerajaan Warsawa, Biden mengingatkan empat dekade Polandia di balik Tirai Besi lalu demokrasi dunia harus menghadapi Rusia yang otokratis.

"Demi Tuhan, orang ini tidak boleh tetap berkuasa," kata Biden dikutip dari Reuters, setelah mengecam perang Rusia Ukraina yang sudah berlangsung sebulan.

Seorang pejabat Gedung Putih kemudian meluruskan perkataan Biden, menyebut bahwa sang presiden tidak mewakili perubahan kebijakan Washington yang enggan terlibat langsung dalam konflik militer di invasi Rusia ke Ukraina dan tidak mendukung perubahan kekuasaan di "Negeri Beruang Merah".

"Maksud Presiden adalah Putin tidak dapat diizinkan untuk menjalankan kekuasaan atas tetangganya atau wilayahnya," kata pejabat itu. "Dia tidak membahas kekuatan Putin di Rusia, atau perubahan rezim."

Ditanya tentang komentar Biden, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada Reuters, "Itu bukan hak Biden untuk memutuskan. Presiden Rusia dipilih oleh rakyat Rusia."

Biden menyebut perang melawan Putin sebagai pertempuran baru untuk kebebasan, dan mengatakan bahwa keinginan Putin atas kekuatan absolut adalah kegagalan strategis bagi Rusia serta tantangan langsung bagi perdamaian Eropa yang cukup banyak dipertahankan sejak Perang Dunia II. "Barat sekarang lebih kuat, lebih bersatu dari sebelumnya," kata Biden.

"Pertempuran ini juga tidak akan dimenangkan dalam beberapa hari atau bulan. Kita perlu menguatkan diri untuk pertarungan panjang di depan."

Pidato Biden dilakukan setelah tiga hari pertemuan di Eropa dengan G7, Dewan Eropa, dan sekutu NATO, juga berlangsung kira-kira pada saat yang sama ketika roket menghujani kota Lviv di Ukraina barat, hanya 60 kilometer dari perbatasan Polandia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PM Jepang: Kemungkinan Penggunaan Senjata Nuklir oleh Rusia Semakin Nyata"

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved