Rabu, 11 Maret 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Putin seperti Penjagal, PM Jepang: Penggunaan Senjata Nuklir Semakin Nyata

Perang nuklir di depan mata. Invasi Rusia ke Ukraina berpeluang menggunakan senjata terlarang itu.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Putin seperti Penjagal, PM Jepang: Penggunaan Senjata Nuklir Semakin Nyata
RAMIL SITDIKOV/kompas.com
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato pada konser yang menandai ulang tahun kedelapan pencaplokan Krimea oleh Rusia di stadion Luzhniki di Moskow pada Jumat (18/3/2022). 

TRIBUNGORONTALO,COM, Tokyo - Perang nuklir di depan mata. Invasi Rusia ke Ukraina berpeluang menggunakan senjata terlarang itu.

Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengatakan potensi Rusia menggunakan senjata nuklir "semakin nyata", saat menyambut kunjungan Duta Besar Amerika Serikat ke Hiroshima, kota pertama yang mengalami serangan nuklir.

Jepang, satu-satunya negara yang diserang oleh senjata atom, secara teratur berbicara menentang senjata nuklir. Kishida sendiri, yang mewakili Hiroshima di parlemen, mengunjungi monumen dan museum perdamaian kota itu pada Sabtu (26/3/2022) dengan utusan AS Rahm Emanuel.

"Ketika kemungkinan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia semakin nyata, saya yakin kunjungan Duta Besar Emanuel ke Hiroshima dan pengalamannya melihat realitas nuklir akan menjadi pesan yang kuat bagi masyarakat internasional," kata Kishida kepada penyiar publik NHK.

“Saya memiliki perhaatian besar (sebagai pemimpin) satu-satunya negara di dunia yang telah menderita serangan atom, bahwa kita tidak boleh membiarkan ancaman atau penggunaan senjata nuklir," tambah Kishida kepada wartawan mengutip AP.

Lebih lanjut menurutnya, serangan Rusia ke Ukraina menunjukkan sulitnya menciptakan dunia tanpa senjata nuklir.

“Tragedi itu seharusnya tidak pernah terulang,” kata Kishida. Jepang sendiri bergerak meningkatkan anggaran dan kemampuan militernya di tengah meningkatnya ancaman dari China, Korea Utara dan Rusia.

Kishida mengatakan pendekatan realistisnya adalah untuk melindungi kehidupan sambil berusaha mencapai cita-cita untuk masa depan.

Sekitar 3.000 tentara Rusia sedang melakukan latihan di pulau Kuril yang disengketakan, menurut laporan media.

Itu dilakukan pertama kali sejak Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan menangguhkan pembicaraan perjanjian damai dengan Jepang, mengingat sanksi Tokyo terhadap Moskwa.

Rusia juga meningkatkan aktivitas angkatan laut di sekitar Jepang, yang menurut pejabat Jepang dimaksudkan untuk memproyeksikan kekuatan militer Moskow.

Putin tidak secara langsung mengancam serangan nuklir.

Tapi dia memperingatkan, dalam peluncuran invasi ke Ukraina pada 24 Februari, bahwa siapa pun yang menghalangi Rusia akan menghadapi "konsekuensi yang belum pernah Anda temui dalam sejarah Anda".

Pernyataan itu oleh beberapa pemimpin dilihat sebagai ancaman untuk menggunakan senjata nuklir.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Selasa (22/3/2022) bahwa Rusia akan menggunakan senjata nuklir hanya untuk melawan "ancaman eksistensial bagi negara kita".

Para pemimpin kekuatan industri G7 pada Kamis (24/3/2022) memperingatkan Rusia untuk tidak menggunakan senjata biologi, kimia atau nuklir dalam perangnya dengan Ukraina.

270322-peringati
Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel, kiri tengah, bersama Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, paling kanan, meletakkan karangan bunga di tugu peringatan para korban bom atom di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima di Hiroshima, Jepang, Sabtu, 26 Maret 2022.

Biden: Putin seperti Tukang Jagal, Tidak Boleh Tetap Berkuasa

Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Sabtu (26/3/2022) menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin tidak boleh terus berkuasa. Komentar Biden itu diucapkan saat kunjungannya ke Polandia, sehari setelah menyamakan Putin seperti tukang jagal.

Dalam pidato utama yang disampaikan di Istana Kerajaan Warsawa, Biden mengingatkan empat dekade Polandia di balik Tirai Besi lalu demokrasi dunia harus menghadapi Rusia yang otokratis.

"Demi Tuhan, orang ini tidak boleh tetap berkuasa," kata Biden dikutip dari Reuters, setelah mengecam perang Rusia Ukraina yang sudah berlangsung sebulan.

Seorang pejabat Gedung Putih kemudian meluruskan perkataan Biden, menyebut bahwa sang presiden tidak mewakili perubahan kebijakan Washington yang enggan terlibat langsung dalam konflik militer di invasi Rusia ke Ukraina dan tidak mendukung perubahan kekuasaan di "Negeri Beruang Merah".

"Maksud Presiden adalah Putin tidak dapat diizinkan untuk menjalankan kekuasaan atas tetangganya atau wilayahnya," kata pejabat itu. "Dia tidak membahas kekuatan Putin di Rusia, atau perubahan rezim."

Ditanya tentang komentar Biden, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada Reuters, "Itu bukan hak Biden untuk memutuskan. Presiden Rusia dipilih oleh rakyat Rusia."

Biden menyebut perang melawan Putin sebagai pertempuran baru untuk kebebasan, dan mengatakan bahwa keinginan Putin atas kekuatan absolut adalah kegagalan strategis bagi Rusia serta tantangan langsung bagi perdamaian Eropa yang cukup banyak dipertahankan sejak Perang Dunia II. "Barat sekarang lebih kuat, lebih bersatu dari sebelumnya," kata Biden.

"Pertempuran ini juga tidak akan dimenangkan dalam beberapa hari atau bulan. Kita perlu menguatkan diri untuk pertarungan panjang di depan."

Pidato Biden dilakukan setelah tiga hari pertemuan di Eropa dengan G7, Dewan Eropa, dan sekutu NATO, juga berlangsung kira-kira pada saat yang sama ketika roket menghujani kota Lviv di Ukraina barat, hanya 60 kilometer dari perbatasan Polandia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PM Jepang: Kemungkinan Penggunaan Senjata Nuklir oleh Rusia Semakin Nyata"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved