Gempa Bumi

BMKG Gorontalo: Selang Dua Jam Dua Gempa Berpusat di Laut Sulawesi

Hanya berselang dua jam, perairan Sulawesi diguncang dua kali gempa bumi, Minggu (27/3/2022). Pertama pukul 16.58.33 Wita.

Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/BMKG Gorontalo
Peta gempa bumi yang berpusat di Laut Sulawesi dekat Boroko, Kabupaten Bolmung, Sulut, Minggu (27/3/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Hanya berselang dua jam, perairan Sulawesi diguncang dua kali gempa bumi, Minggu (27/3/2022). Pertama pukul 16.58.33 Wita.

Lokasi gempa berkekuatan magnetudo 3,4 Skala Richter (SR) berada pada titik koordinat 1.19 LU,120.98 BT atau 42 kilometer timur laut Toli-toli, Sulawesi Tengah. Pusat gempa pada kedalaman 10 km.

Peristiwa keduanya pada pukul 17.58.27. Informasi yang diterima TribunGorontalo.com dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo, gempa berkekuatan 3,9 SR pada koordinat 2.13 LU,123.20 BT (135 km BaratLaut Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Pusat gempa pada kelaman 388 km.

Kedua gempa bumi tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Sebelumnya, gempa bumi tektonik kembali menggoyang Indenesia. Kali ini gempa menguncang wilayah kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara, dan Kabupaten Konawe Kepulauan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dua hari belakangan ini akibat adanya aktivitas Sesar Lawanopo.

Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari, mencatat ada 38 kali gempa susulan selama dua hari, yakni pada Jumat dan Sabtu kemarin.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kendari, Rudin, mengatakan gempa dengan magnitudo 5,2 yang terjadi pada Sabtu (27/3/2022) pukul 21.16 WITA menguncang wilayah Kendari dan sekitarnya berpusat di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Berdasarkan informasi terakhir, magnitudo gempa direvisi menjadi 5,1. Gempa susulan kembali terjadi sebanyak 24 kali hingga Minggu (28/3/2022) pukul 11.49 WITA di bawah 3 M. Sehari sebelumnya, gempa tektonik terjadi pada 25 Maret 2022, bermagnitudo 4.9, kemudian disusul gempa kecil sebanyak 14 kali.

Rudin menjelaskan, gempa tektonik selama dua hari itu dipicu oleh aktivitas Sesar Lawonopo yang membentang dari wilayah Utara, yakni kabupaten Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Utara, Kendari dan Konawe Kepulauan.

Walau terus menunjukkan keaktifannya, lanjut Rudin, gempa bumi yang terjadi puluhan kali itu tidak berpotensi Tsunami. "Masih aktif. Secara historis Sesar Lawanopo bisa menghasilkan dan berpotensi gempa di atas 5 M” ujar Rudin kepada Kompas.com saat dihubungi via telepon, Minggu (27/3/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved