Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Fokus Bebaskan Donbas, Klaim Tewaskan 14 Ribu Tentara Ukraina
Invasi atau operasi militer Rusia di Ukraina berakhir. Militer Rusia mengatakan pada Jumat (25/3/2022), bahwa fase pertama dari operasi militer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/260322-latihan-tembak.jpg)
Dari jumlah tersebut, lebih dari 88.000 di antaranya adalah anak-anak, tambahnya, sementara 9.000 adalah orang asing. "Rusia akan terus membuka dan menyediakan koridor kemanusiaan ke segala arah," kata Mizintsev dikutip dari AFP.
Sementara itu, Sergei Rudskoi selaku perwakilan senior Staf Umum Rusia berujar, "Kami menganggap pasokan senjata ke Kiev oleh negara-negara Barat kesalahan besar." "Ini memperpanjang konflik, menambah jumlah korban, dan tidak akan bisa memengaruhi hasil operasi," tambah Rudskoi.
"Tujuan sebenarnya dari pasokan semacam itu bukan untuk mendukung Ukraina, tetapi untuk menyeretnya ke dalam konflik militer yang berkepanjangan," katanya. "Beberapa anggota NATO menyarankan untuk menutup langit.
Angkatan bersenjata Rusia akan bereaksi." Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berulang kali meminta NATO untuk memberlakukan zona larangan terbang di negaranya.
Rudskoi menyebutkan bahwa Rusia sedang melakukan operasi di seluruh wilayah Ukraina. Dia juga mengeklaim bahwa Ukraina kehilangan 14.000 tentara dan 16.000 prajurit terluka. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia: Fase Pertama Operasi Militer di Ukraina Tuntas, Giliran Fokus Bebaskan Donbas"