Konflik Rusia Vs Ukraina

Sniper Rusia Tembak Mati Warga AS saat Beli Roti di Chernihiv

Militer Rusia dituduh menembak mati seorang warga Amerika Serikat di Ukraina. Warga nahas itu tewas di Kota Chernihiv, utara Ukraina.

Editor: Lodie Tombeg
kompas.com
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken 

Rusia telah menyerang Ukraina dari empat arah, mengirimkan dua kolom menuju Kyiv dari barat laut dan timur laut, mendorong dari timur dekat kota terbesar kedua Kharkiv, dan menyebar di selatan dari Krimea.
Lebih dari 700 Warga Sipil Ukraina Tewas

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat lebih dari 700 warga sipil, termasuk 52 anak-anak di Ukraina telah tewas sejak awal invasi Rusia.

Diketahui Rusia menginvasi Ukraina sejak tiga minggu lalu yakni pada Kamis (24/2/2022).
Tetapi, kepala urusan politik PBB, Rosemary DiCarlo mengatakan kepada Dewan Keamanan pada Kamis (17/3/2022), bahwa jumlah korban kemungkinan dapat jauh lebih tinggi dari perkiraan tersebut.

"Sebagian besar korban ini disebabkan oleh penggunaan senjata peledak di daerah berpenduduk dengan daerah dampak yang luas. Ratusan bangunan tempat tinggal telah rusak atau hancur, seperti juga rumah sakit dan sekolah," kata DiCarlo, sebagaimana dilansir CNA.

Dia mengatakan kepada 15 anggota dewan bahwa badan hak asasi manusia PBB telah mencatat 726 kematian, termasuk 52 anak-anak, dan 1.174 orang terluka, termasuk 63 anak-anak, antara 24 Februari dan 15 Maret.

"Besarnya korban sipil dan penghancuran infrastruktur sipil di Ukraina tidak dapat disangkal. Ini menuntut penyelidikan dan pertanggungjawaban yang menyeluruh," katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia telah memverifikasi 43 serangan terhadap layanan kesehatan di Ukraina yang telah menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk petugas kesehatan, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada Dewan Keamanan.

"Dalam konflik apa pun, serangan terhadap layanan kesehatan merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional," kata Tedros kepada dewan, tanpa menyebutkan siapa yang harus disalahkan.

Ukraina dan sekutu Baratnya menuduh Moskow menyerang warga sipil. Rusia menyebut tindakan militernya di Ukraina sebagai "operasi khusus" dan membantah menyerang warga sipil, dengan mengatakan pihaknya menargetkan infrastruktur militer Ukraina.

Dewan Keamanan akan memberikan suara pada hari Jumat pada seruan yang dirancang Rusia untuk akses bantuan dan perlindungan sipil di Ukraina, tetapi para diplomat mengatakan tindakan itu akan gagal karena tidak mendorong diakhirinya pertempuran atau penarikan pasukan Rusia.

"Kami pikir itu salah," kata Duta Besar Albania untuk PBB Ferit Hoxha kepada Dewan Keamanan pada hari Kamis.

"Rusia tidak bisa menembak dulu dan kemudian menyamar sebagai dokter."
Duta Besar Prancis untuk PBB Nicolas de Riviere mengatakan dukungan apa pun untuk rancangan resolusi Rusia akan memberi Moskow lampu hijau untuk melanjutkan perangnya. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Seorang Warga AS Tewas Ditembak Tentara Rusia di Chernihiv Ukraina

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved