Selasa, 17 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Cerita Insinyur Ukraina Mencoba Tenggelamkan Kapal Pesiar Rusia

Operasi militer Rusia menimbulkan kemarahan dunia. Masyarakat sipil Ukraina pun ambil bagian dalam perjuangan membena tanah air.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Cerita Insinyur Ukraina Mencoba Tenggelamkan Kapal Pesiar Rusia
Kompas.com
Ilustrasi kapal pesiar 

TRIBUNGORONTALO.COM, Madrid – Operasi militer Rusia menimbulkan kemarahan dunia. Masyarakat sipil Ukraina pun ambil bagian dalam perjuangan membena tanah air.

Seorang pelaut Ukraina ditangkap karena mencoba menenggelamkan kapal pesiar mewah milik bosnya yang merupakan orang Rusia.

Pria bernama Taras Ostapchuk (55) tersebut dilaporkan membuka katup di ruang mesin kapal pesiar Lady Anastasia dalam upaya membanjiri kapal itu sebagai bentuk protes atas invasi Rusia ke Ukraina.

Kapal pesiar itu berlabuh di Mallorca di Spanyol ketika Ostapchuk, seorang insinyur kapal, mencoba menenggelamkannya, lapor BBC.

Dia ditangkap oleh Penjaga Sipil Spanyol pada 26 Februari dan muncul di pengadilan pada 27 Februari. Di pengadilan, Ostapchuk mengatakan kepada hakim bahwa dia tidak menyesali tindakannya, sebagaimana dilansir NDTV.

"Saya tidak menyesali apa pun yang telah saya lakukan dan saya akan melakukannya lagi," kata pria Ukraina itu, menurut Majorca Daily Bulletin. Dia menambahkan, bosnya adalah penjahat yang menjual senjata yang membunuh rakyat Ukraina.

Baca juga: Ledakan Dekat Katedral Saint Sophia dan Biara Pechersk Lavra di Kiev

Lady Anastasia adalah kapal pesiar setinggi 156 kaki milik CEO Rosoboronexport Alexander Mijeev.

Rosoboronexport merupakan perusahaan yang mengekspor produk pertahanan buatan Rusia seperti senjata, kapal, tank, dan kendaraan tempur. Ostapchuk telah bekerja di kapal tersebut selama 10 tahun.

Di pengadilan, dia mengaku melakukan aksinya setelah menonton liputan perang di televisi. "Saya menonton berita tentang perang.

Ada video serangan helikopter di sebuah gedung di Kiev. Persenjataan yang digunakan diproduksi oleh perusahaan pemilik kapal pesiar. Mereka menyerang orang yang tidak bersalah," ujar Ostapchuk kepada hakim.

Ostapchuk disebutkan meminta rekan kerjanya untuk meninggalkan kapal setelah membuka katup di ruang mesin. Menurut The New York Post, kapal pesiar itu diperkirakan bernilai 7,7 juta dollar AS (Rp 110 miliar).

Karena aksi Ostapchuk, ruang mesin kapal pesiar tersebut mengalami kerusakan yang signifikan.

Setelah dibebaskan dengan jaminan, Ostapchuk telah meninggalkan Spanyol ke negara asalnya, Ukraina, di mana ia bermaksud untuk bergabung dalam perang melawan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kompas.com)

WNA yang Ingin Bergabung Lawan Invasi Rusia

Pemerintah Ukraina meluncurkan situs web untuk sukarelawan asing yang ingin membantu Ukraina dalam mempertahankan kebebasan dan integritas teritorial dengan memukul mundur invasi Rusia.

Alamat situs web tersebut, yaitu fightforua.org. Layanan Pers Presiden Ukraina melaporkan pada Sabtu (5/3/2022), bahwa situs web ini akan bekerja dalam waktu dekat.

"Situs web fightforua.org akan segera diluncurkan, yang akan berisi semua informasi yang diperlukan bagi warga negara asing yang ingin bergabung dengan Legiun Pertahanan Internasional Ukraina," kata Layanan Pers Presiden Ukraina, dikutip dari Interfax.

Setelah Rusia melancarkan invasi militer besar-besaran ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022), dan sejak hari-hari pertama mulai menyerang warga sipil dan infrastruktur, negara Ukraina telah meminta warga negara asing (WNA) bergabung dalam perjuangan Ukraina mewujudkan perdamaian dan demokrasi di Eropa dan di seluruh dunia.

Secara khusus, dengan keputusan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mulai Selasa (1/3/2022), rezim bebas visa untuk masuk ke Ukraina diperkenalkan bagi WNA yang ingin bergabung dengan Legiun Pertahanan Internasional Ukraina, kecuali warga negara dari negara agresor.

"Orang asing yang ingin membantu Ukraina dapat menemukan petunjuk langkah demi langkah yang terperinci di situs web https://fightforua.org/ tentang cara bergabung dalam perjuangan yang adil melawan agresor. Khususnya, untuk bergabung dengan Legiun Pertahanan Internasional Ukraina, Anda perlu menghubungi Kedutaan Besar Ukraina di negara Anda dengan maksud yang tepat dan mengklarifikasi dokumen dan pakaian (peralatan) apa yang diperlukan atau direkomendasikan," kata Kantor Presiden.

Setelah itu akan perlu untuk lulus wawancara di kedutaan dengan atase pertahanan dan mengajukan permohonan visa dengan konsul.

Selanjutnya, aplikasi atau permohonan diajukan untuk wajib militer ke Angkatan Bersenjata Ukraina untuk dinas militer sukarela di bawah kontrak.

"Setelah itu, legiuner akan menerima instruksi tentang perjalanan keliling Ukraina, dokumen dan peralatan yang diperlukan. Disarankan, jika ada, untuk membawa perlengkapan militer, seperti pakaian atau elemennya, peralatan, helm, rompi antipeluru, dan lain sebagainya," kata Kantor Presiden Ukraina.

Kantor Kepala Negara Ukraina mengatakan bahwa, jika perlu, perwakilan dari kedutaan dan konsulat Ukraina akan memberikan bantuan dalam perjalanan.

"Sesampai di tempat berkumpul di Ukraina, legiuner menandatangani kontrak dan bergabung dengan Legiun Pertahanan Internasional Ukraina.

Setelah itu, dia siap untuk bergabung dengan pertempuran dengan penjajah bersama dengan pejuang dari seluruh dunia dan tentara Ukraina," ungkap Kantor Presiden. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelaut Ukraina Coba Tenggelamkan Kapal Pesiar Mewah Milik Orang Kaya Rusia"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved