Peneliti Jepang Coba Ungkap Misteri Legenda 'Putri Duyung'
Siapa yang makan daging 'putri duyung' akan hidup dalam kebadian. Legenda Negeri Sakura itu coba dipecahkan sekelompok peneliti di Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/060322-mumi.jpg)
Sejarah mumi "putri duyung"
Sebuah surat bersejarah tertanggal 1903 yang tampaknya ditulis oleh pemilik sebelumnya disimpan di samping mumi tersebut.
Dalam surat tersebut tertulis seekor ikan duyung tertangkap dalam jaring penangkap ikan di laut lepas Prefektur Kochi.
Para nelayan yang menangkapnya tidak mengetahui jika itu adalah putri duyung, lalu membawanya ke Osaka dan menjualnya sebagai ikan biasa.
"Nenek moyang saya membelinya dan menyimpannya sebagai harta keluarga," tulis surat itu. Namun, tidak jelas bagaimana atau kapan mumi tersebut datang ke kuil Enjuin di Asakuchi.
Kepala pendeta, Kozen Kuida, mengatakan bahwa patung itu dipajang dalam kotak kaca sekitar 40 tahun yang lalu dan sekarang disimpan di brankas tahan api.
Kozen menambahkan, dengan memuja patung tersebut dapat membantu meringankan pandemi Covid-19.
“Kami telah memujanya, berharap itu akan membantu meringankan pandemi virus corona meskipun hanya sedikit,” katanya kepada The Asahi Shimbun, sebuah surat kabar Jepang.
Putri duyung sejak periode Edo Hiroshi meyakini bahwa mumi tersebut diproduksi di beberapa wilayah selama periode Edo (era sejarah Jepang yang membentang dari tahun 1603 hingga 1867).
"Tentu saja, menurutku itu bukan putri duyung sungguhan," katanya.
Menurutnya, putri duyung tersebut dibuat untuk diekspor ke Eropa dan China selama periode Edo, atau dijual di dalam negeri Jepang itu sendiri.
“Legenda putri duyung tetap ada di Eropa, Cina, dan Jepang di seluruh dunia. Oleh karena itu, saya dapat membayangkan bahwa orang-orang pada waktu itu juga sangat tertarik," ujar Hiroshi.
Putri duyung tersebut diduga terbuat dari hewan hidup, oleh sebab itu para peneliti ingin mengindentifikasi mumi tersebut dengan CT scan atau tes DNA.
“Itu terlihat seperti ikan dengan sisik di tubuh bagian bawah dan primata dengan tangan dan wajah di tubuh bagian atas," ungkapnya.
Kejadian serupa Spesimen serupa pernah dipamerkan oleh PT Barnum di museum Amerika miliknya yang terletak di New York sebelum terbakar.