Rabu, 4 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Jalur Diplomatik Masih Gagal, Rusia Rudal Kantor Pemerintah di Kharkiv

Jalur diplomatik terus diupayakan pihak Rusia dan Ukraina di saat bersamaan pertempuaran militer terus berlangsung.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Jalur Diplomatik Masih Gagal, Rusia Rudal Kantor Pemerintah di Kharkiv
AFP/kompas.com
Tentara cadangan Ukraina memegang replika kayu senapan Kalashnikov, dalam latihan militer di dekat Kiev pada Sabtu (25/12/2021).  

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev – Jalur diplomatik terus diupayakan pihak Rusia dan Ukraina di saat bersamaan pertempuaran militer terus berlangsung.

Pembicaraan diplomatik antara Barat dengan Rusia gagal menghasilkan terobosan dan Moskwa masih menyiagakan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina. Karena situasi yang makin memanas, para penduduk Kota Kharkiv, Ukraina, bersiap yang terburuk meski tetap berharap yang terbaik.

Kharkiv adalah sebuah kota industri di Ukraina timur memiliki industri tank, pesawat dan traktor. Kota ini terletak 42 kilometer dari perbatasan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuturkan, Kota Kharkiv kemungkinan menjadi target invasi Rusia sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (22/1/2022). Rusia selalu membantah tudingan bahwa dia akan menyerang Ukraina.

Namun, Moskwa menekan Barat agar memberikan jaminan keamanan di Eropa timur dan menuntut agar Ukraina tidak dijadikan anggota NATO. Wali Kota Kharkiv Igor Terekhov mengatakan, kota berpenduduk 1,4 juta itu akan mengizinkan siap pun merenggut ketenangan kota tersebut.

Segera Di sisi lain, beberapa warga ingin tetap tinggal dan akan mengangkat senjata jika ada invasi. Sementara itu, beberapa orang memilih lebih baik mengungsi. “Saya tidak harus tinggal di satu tempat. Jika terjadi sesuatu, saya dapat bekerja dari jarak jauh,” kata seorang manajer proyek, Daniella Shatokhina.

Dia mengaku tak ingin memikirkan sesuatu yang belum terjadi. “Saya harap semuanya akan baik-baik saja, saya berharap yang terbaik. Lebih baik tidak panik sebelum waktunya tetapi untuk memutuskan saat itu terjadi, saya akan pergi,” sambung Shatokhina.

Penduduk lain, seorang asisten manajer bernama Anya Vergeles, membandingkan situasi saat ini dengan tahun 2014 ketika Rusia merebut semenanjung Crimea. “Tidak ada yang mengira ini bisa terjadi di Crimea. Tidak ada yang bisa membayangkan itu. Saya tidak ingin mempercayainya, tetapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” tutur Vergeles.

Sementara itu, seorang manajer penjualan Oleksiy Kormylets mengatakan, dia tidak akan meninggalkan Kharkiv apa pun yang terjadi. “Lari? Tidak. Tidak mungkin! Saya lahir di sini. Saya besar di sini. Saya akan tetap tinggal apa pun yang terjadi. Dan jika saya harus bergabung mempertahankan kota, saya akan melakukannya,” tutur Kormylets.

Seorang programmer IT Anton Sergeev menuturkan, Rusia mungkin hanya membentak. Dia mencontohkan upaya yang gagal oleh pasukan separatis yang didukung Rusia untuk merebut kota itu pada 2014.

“Mereka sudah pernah ‘disambut’ di sini sehingga mereka telah belajar agar lebih baik menjauh. Atau mereka akan pulang dalam peti mati seng. Dan ibu mereka akan menangis,” ujar Sergeev.

Rudal Hantam Gedung Pemerintahan dan Permukiman di Kharkiv 

Kepala Pemerintahana Regional Kharkiv, Oleg Synegubov, mengumumkan pada Selasa (1/3/2022), bahwa serangan rudal Rusia telah menghantam pusat Kota Kharkiv. Menurut dia, serangan rudal Rusia tersebut termasuk mengenai daerah pemukiman dan gedung pemerintahan regional.

Serangan ini terjadi saat Rusia memulai hari keenam invasi ke Ukraina. Baca juga: Hollywood Hentikan Perilisan Film di Rusia, Termasuk The Batman Synegubov mengatakan Rusia meluncurkan GRAD (sistem roket) dan rudal jelajah di Kharkiv, tetapi kota masih bertahan.

"Serangan semacam itu adalah genosida rakyat Ukraina, kejahatan perang terhadap penduduk sipil!" ungkap dia, dikutip dari Reuters. Mengenakan jaket antipeluru dan helm, Synegubov mengatakan dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Selasa pagi waktu setempat, bahwa terlalu dini untuk mengetahui jumlah korban akibat serangan Rusia tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved