Hadapi Penyebaran Omicron di Gorontalo, Ini yang Disiapkan Pemkab Pohuwato

Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Persiapan itu ia lakukan meski nol Omicron.

Penulis: Wawan Akuba | Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo/ist
Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa (kiri) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Persiapan itu ia lakukan meski kabupaten berjuluk Bumi Panua itu berstatus nol kasus Omicron.

Sejumlah hal yang disiapkan Suharsi di antaranya adalah tempat isolasi dan peralatan medis berupa oksigen. Walaupun begitu, ia berharap tempat isolasi itu tidak akan terisi oleh pasien Covid-19.

“Tapi kami berdoa, insya Allah Omicron ini tidak sampai ke Pohuwato. Kami berharap tempat isolasi itu tidak dimanfaatkan, karena kalau dimanfaatkan, berarti masuk itu Omicron,” ungkap Suharsi yang kemudian disambut ucapan amin dari masyarakat yang hadir dalam vaksinasi yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pohuwato pada Selasa (8/2/2022).

Adapun kegiatan itu dihadiri oleh Majelis Pembimbing Daerah pramuka Rusli Habibie dan ketua Kwarda Idah Syahidah. Dalam pelaksanaanya, pihak penyelenggara menargetkan sedikitnya 500 jiwa mampu tervaksinasi.

Baca juga: Kasus Omicron Pertama Gorontalo, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan

Suharsi menjelaskan, di wilayahnya, masih banyak anak usia 6-11 tahun yang belum divaksinasi Covid-19. Dari 15 ribu sasaran, hanya ada 40 persen yang telah menjalani vaksinasi. Jumlah 60 persen inilah kata Suharsi yang akan digenjot untuk vaksinasi.

Target vaksinasi di Gorontalo sesuai data yang dikutip Tribungorontalo.com di dashboard vaksinasi milik Kemenkes, ada 938.409 jiwa. Jumlah itu terdiri dari tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum, serta anak-anak.

Namun, sejauh ini capaian untuk dosis pertama baru mencapai 86,41 persen, dosis kedua baru 53,92 persen, dan dosis ketiga masih berjumlah 2,14 persen.

Karena itu menurut Suharsi, jumlah masyarakat yang harus divaksin mesti digenjot. Hal itu kata dia, agar kekebalan kelompok bisa segera tercapai. Selain itu, karena adanya ancaman jenis-jenis baru yang terus bermutasi, maka capaian vaksinasi akan membantu mengurangi risiko peningkatan kasus lagi di Gorontalo.

“Karena itu, angka capaian ini perlu kita genjot. Kami akan terus berusaha agar angka vaksinasi terus meningkat,” pungkas Suharsi.

Sementara itu, dari dashboard update kasus Covid-19 milik Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, saat ini kasus kumulatif Covid-19 di wilayah tersebut berjumlah 11.882. Dari jumlah itu, pasien sembuh 11.403, dan meninggal mencapai 461.

Sedangkan jumlah pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan saat ini mencapai 18 orang. Jumlah ini sesuai data yang diupdate pada 5 Februari, dan belum termasuk tiga orang positif yang teridentifikasi pada 6 Februari 2021. (wan)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved