21 Pasutri Gorontalo Ikut Sidang Isbat, Begini Kata Bupati Bone Bolango

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango gelar sidang isbat nikah terpadu tahun 2022 yang merupakan kerja sama dengan Pengadilan Agama Suwawa.

Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo
Pasutri mengikuti sidang isbat di Pengadilan Agama Bone Bolango, Senin (31/1/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa - Pemerintah Kabupaten Bone Bolango gelar sidang isbat nikah terpadu tahun 2022 yang merupakan kerja sama dengan Pengadilan Agama Suwawa, Kementerian Agama Bone Bolango, serta Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bone Bolango, Senin (31/1/2022) pukul 10.00 Wita.

Ada 21 pasangan suami-istri dikukuhkan dalam sidang isbat yang diadakan di gedung LPMP, Desa Tunggulo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Sidang ini merupakan langkah awal dari Pemkab Bone Bolango dalam meningkatkan jumlah pasangan suami istri yang tidak tercatat di Kementerian Agama.

Menurut Kepala Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, ada banyak pasutri yang belum bisa mengikuti sidang isbat sebab belum memenuhi syarat dalam proses verifikasi yang dilakukan oleh tim verifikator dari Kemenag Bone Bolango.

Baca juga: Bupati Hamim Beberkan Kemajuan Bone Bolango di Usia 19 Tahun

“Yang lolos verifikasi tidak menutup kemungkinan tidak lolos di siding isbat. Inilah pentingnya sidang isbat. Mengapa? Memastikan bahwa pernikahan itu telah sah menurut syariat Islam,” ujar Kepala Kemenag.

Buapti Bone Bolango Hamim Pou menyoroti bahwa lebih dari sepertiga masyarakat Bone Bolango yang telah menikah belum mencatatkan diri mereka di Kemenag.

“Saya khawatir juga, karena lebih dari sepertiga kepala keluarga di Bone Bolango tidak tercatat. Ini mungkin sekelompok orang belum paham terkait administrasi kependudukan dan pencatatan nikah.” kata Hamim.

Menurut Sekretaris DPRD Bone Bolango Meri Ngadju, bahwa 21 pasutri yang mengikuti sidang ini sepenuhnya difasilitasi dengan biaya ditanggung Pemkab Bone Bolango.

“Hari ini baru tahap pertama ya, akan ada tahap kedua. Tahap kedua itu mungkin kurang lebih ada 80 pasangan suami-istri. Yang tahap kedua ini masih sementara diverifikasi oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Pengadilan Agama,” ungkap Meri kepada TribunGorontalo.com.

Meri menambahkan, harapan pemerintah ke depannya agar masyarakat memiliki kesadaran untuk memanfaatkan momentum ini dengan baik, dengan begitu, jumlah pasutri yang terdaftar secara resmi di Kemenag semakin bertambah.

“Insha Allah harapan ke depan, dukungan kita semua, dukungan camat, dukungan kepala desa, dan kepala dusun, kita serta merta semua pemangku kepentingan dalam hal ini akan memaksimalkan isbat terpadu. Insha Allah di tahap kedua ini, kita bisa lebih maksimal lagi,” tutupnya. (jil)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved